Kemenkominfo bakal blokir aplikasi fintech ilegal di Indonesia

Minggu, 29 Juli 2018 16:06 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kemenkominfo bakal blokir aplikasi fintech ilegal di Indonesia Rudiantara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan memblokir fintech berbasis pinjam meminjam atau peer to peer lending (P2PL) yang beroperasi secara ilegal di Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menyelesaikan masalah.

"Saya sama Pak Tirta (Komisioner OJK), kami address masalah fintech, layanan masyarakat, dan lain sebagainya. Insyaallah Senin besok kami selesaikan, yang RupiahPlus, fintech ilegal, dan lain sebagainya," kata Rudiantara saat ditemui di Kompleks Gedung BI, Jakarta Pusat, Minggu (29/7).

Dia menjelaskan, Kemenkominfo hanya bisa menindak fintech yang tidak sesuai aturan jika ada arahan dari OJK. Sebab fintech-fintech tersebut berada langsung di bawah pengawasan OJK.

"Yang bisa dilakukan penindakan itu dari sisi OJK. Kalau OJK bilang pelanggaran dan harus dimatikan saya akan matikan, artinya akan saya blok (fintechnya)," ujarnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan OJK mencatat bahwa sebanyak 227 perusahaan pinjam meminjam uang berbasis teknologi (fintech peer-to-peer lending) beroperasi secara ilegal di Indonesia. Sementara yang sudah terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK baru 63 perusahaan.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investigasi OJK, Tongam L Tobing mengatakan, dari total 227 fintech ilegal tersebut, sebagian besar berada di bawah developer China. Meski demikian, dia tidak menyebut secara persis berapa jumlah fintech ilegal asal China.

"Melihat data-data ini, rata-rata separuhnya banyak berasal dari luar negeri, dari China," ungkapnya, di kantor OJK, Jakarta, Jumat (27/7).

Selain menghentikan kegiatan usaha, OJK juga meminta agar fintech ilegal tersebut segera menghapus aplikasinya dan menutup situs (website). Dalam kegiatan ini OJK turut bekerja sama dengan Google Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini