Kemenkeu Sebut Pasar Keuangan RI Mulai Membaik

Jumat, 24 Juli 2020 09:36 Reporter : Merdeka
Kemenkeu Sebut Pasar Keuangan RI Mulai Membaik investasi. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Keuangan membeberkan kondisi pasar keuangan Emerging Market (EM) yang mengalami perbaikan. Sebelumnya, imbal hasil (yield) obligasi negara dan nilai tukar sempat memburuk akibat sentimen negatif terkait covid-19. Namun setelah April, mulai terjadi tren perbaikan sampai dengan saat ini.

"Dibandingkan ytd-nya sampai dengan saat ini, kita saat ini sudah ada perbaikan," ujar Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman dalam Dialogue Kita edisi Juli 2020, Jumat (24/7).

Luky merincikan, pada awal tahun 2020 yield Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun yakni 7 persen year to date (ytd). Kemudian melonjak pada awal kemunculan covid-19, lalu perlahan kembali membaik di 6,79 persen ytd per 23 Juli 2020.

"Jadi yang awal tahun itu yield 10 tahun kita di atas 7 persen, itu kan sempat melonjak di bulan Maret-April itu sampai dengan 8 persen, 8,3-8,4 persen. Kemudian berangsur turun lagi, dan sekarang sudah lebih baik. Even masih rendah dibandingkan posisi awal tahun," kata dia.

Sementara untuk yield USD Government Bonds 10 tahun, Luky menyebutkan ada perbaikan yang lebih besar. "Begitupun dengan yield USD kita. Perbaikaannya malah lebih besar lagi 17,4 persen. Jadi di awal tahun kemudian di bulan Maret-April itu tinggi, tapi kemudian membaik lagi. Saat ini overall ytd-nya sudah membaik sebesar 17,4 persen," jelas dia.

Luky menambahkan, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi namun tak terlalu buruk. "Nilai tukar kita terdepresiasi, but not bad. Cuma 5,24 persen," sambung dia.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini