Kemenkeu Sebut Kondisi Perdagangan Dunia Tahun ini Terparah Sejak Krisis 2008

Kamis, 5 Desember 2019 10:09 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kemenkeu Sebut Kondisi Perdagangan Dunia Tahun ini Terparah Sejak Krisis 2008 Pertumbuhan ekonomi Indonesia. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, mengatakan ketegangan perang dagang terus menggerus pertumbuhan perdagangan global. Tahun ini saja perdagangan hanya tumbuh 1,1 persen, turun signifikan dibanding tahun lalu yang mencapai 3 persen.

"Ini terendah sejak krisis global 2008-2009. Kalau seperti ini, maka Indonesia pasti akan kena dampak. dampaknya akan lewat tiga jalur," ujarnya dalam acara Mandiri Outlook 2020, Rabu (4/12) malam.

"Dampak pertama, kalau saat ini kita mengandalkan aliran modal masuk ke Indonesia ini harus kita waspadai," dia menambahkan.

Suahasil mengungkapkan kondisi perekonomian yang penuh tantangan dapat memberi dampak buruk terhadap Indonesia. Salah satunya adalah tersendatnya aliran modal asing masuk (inflow).

Beberapa gejolak global diantaranya trade war atau perang dagang yang tak berkesudahan antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya yaitu China dan Eropa. Serta proses Brexit yang tak kunjung menemukan kejelasan.

"Itu mempengaruhi pemegang dana sehingga mereka wait and see aja, tidak mau ngambil posisi, maunya di tempat yang aman," ujarnya.

Saat ini, dia mengatakan inflow masih cukup deras. Namun untuk jangka waktu panjang dikhawatirkan inflow akan mulai tersendat.

Berdasarkan data BI, aliran modal asing masuk (inflow) ke Indonesia dari awal tahun hingga 21 November tercatat telah mencapai Rp220,9 triliun. Terdiri dari Rp174,5 triliun ke SBN, Rp45,3 triliun ke saham dan sisanya Rp1,6 triliun ke obligasi korporasi.

"Sekarang aliran modal masuk masih semangat, dan dalam jangka menengah kayaknya akan semangat terus, kayaknya jangka menengah kita punya prospek aliran modal yang masih semangat ini," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Dana Asing Rentan Keluar Indonesia

Namun dia mengatakan inflow saat ini gampang keluar (outflow). Karena kondisi global tengah penuh ketidakpastian. "Ini adalah PR kita semua memastikan iklim usaha membaik," ujarnya.

Hal ini juga terlihat dari data BI yang mencatat adanya aliran modal asing yang keluar (outflow) menjelang akhir tahun ini. Outflow terutama terjadi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Saham serta obligasi. Outflow sekitar Rp2 triliun dari SBN, saham Rp0,4 triliun dan obligasi korporasi Rp0,5 miliar.

Dampak terakhir adalah kepada kondisi neraca perdagangan Indonesia. "Imbas dunia yang under pressure tadi adalah impor dan ekspor, neraca kita 2019 kalau dilihat defisit," tutupnya.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen di Akhir 2019
Kemenkeu Akui Resesi Dunia Telah Berimbas ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INDEF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Hanya 4,8 Persen
Ada Ketidakpastian Global, Kadin Beberkan Tantangan Ekspor Indonesia
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini