Kemenkeu Koordinasi dengan Bea Cukai soal Dugaan Korupsi Impor Ilegal di Batam

Kamis, 25 Juni 2020 19:30 Reporter : Merdeka
Kemenkeu Koordinasi dengan Bea Cukai soal Dugaan Korupsi Impor Ilegal di Batam Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja kecolongan dengan ditetapkannya 4 pegawai kantor pelayanan utama Bea Cukai dan 1 perusahaan pada Rabu (24/6) kemarin sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi impor ilegal yang masuk melalui Batam.

Terkait hal ini, Inspektur Jenderal Kemenkeu, Sumiyati mengatakan sejak awal telah berkoordinasi secara baik dengan Dirjen bea dan cukai, sekaligus berkoordinasi dengan baik pula dengan Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Ini sudah kami lakukan sejak awal sampai dengan saat ini, bahwa kerja sama ini berjalan baik dalam menjalankan tugas pemeriksaan atau pengawasan seperti pertukaran data kemudian mendiskusikan perkembangan dari hasil pemeriksaan ini terus berjalan sampai dengan saat ini," kata Sumiyati dalam konferensi pers, Kamis (25/6).

Sumiyati mengakui bahwa persoalan ini sudah lama diawasi. Sebab, dengan sistem manajemen risiko yang suda disiapkan Kemenkeu, maka dapat dilakukan pengawasan dan penelusuran apabila terdapat kontainer atau barang yang keluar/masuk melalui pelabuhan.

"Ini sudah kami tangani sejak awal Maret 2020, ini sudah kami ketahui sehubungan telah diimplementasikannya sistem manajemen risiko di Kementerian Keuangan, termasuk di Dirjen bea dan cukai," ujar dia.

"Sehingga terhadap kontainer atau barang yang masuk melalui Batam dan kemudian diteruskan perjalanannya ke pelabuhan lain di wilayah pabean di Indonesia, itu terus dapat diikuti. Apabila di situ ada yang beresiko maka akan dicegat di lapisan berikutnya," sambung Sumiyati menjelaskan.

1 dari 1 halaman

Ditindaklanjuti Bea Cukai

cukai rev1

Hal ini, kata Sumiyati, sudah ditindaklanjuti dengan baik oleh Dirjen Bea dan Cukai, baik oleh bea cukai yang di Tanjung Priok maupun yang di pusat.

"kami terus mengawalnya dan serangkaian pemeriksaan serta penyidikan sudah dilakukan sejak 6 april, dan pada 20 April Dirjen bea cukai telah melakukan penangkapan dan penahanan tersangka," ujar Sumiyati.

Sumiyati menegaskan, jika ditemukan ada yang mencederai nilai-nilai di Kemenkeu, maka seluruh keluarga besar Kementerian Keuangan tak segan-segan untuk mengambil tindakan yang tegas.

"Kalau ada oknum yang di sini yang mencederai, maka kami punya tugas untuk tegakkan disiplin ini, kami semua komit untuk jaga kawan-kawan kami. Kalau mereka patuh kerja sesuai ketentuan, kami benar-benar akan menjaganya mendukungnya agar dapat melaksanakan tugas dengan aman dan nyaman untuk melaksanakan program Kemenkeu," tandasnya.

Reporter: Pipit Ika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Respons Kemenkeu soal Dugaan Korupsi 3 Anak Buahnya di Batam
Pemerintah Sebut 6 Pelaku Usaha Luar Negeri Siap Pungut PPN 10% dari Produk Digital
Per Hari Ini, Total Dukungan PIP untuk Kredit Ultra Mikro Capai Rp1 T
Baru 2,3 juta UMKM yang Bayar Pajak
UMKM dengan Penghasilan di Bawah Rp 400 Juta Bisa Dapat Insentif Pajak 0,5 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini