Kemenkeu harap usulan tambahan dana abadi pendidikan tak dihapus

Sabtu, 20 September 2014 16:39 Reporter : Moch Wahyudi
Kemenkeu harap usulan tambahan dana abadi pendidikan tak dihapus anak sekolah. merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Keuangan berharap usulan penambahan dana abadi pendidikan sebesar Rp 10 triliun pada tahun depan tidak dihapus oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, dana yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu itu ditujukan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Saya kira menteri keuangan akan membuka kembali persoalan ini di rapat kerja dengan pimpinan badan Anggaran (Banggar) DPR-RI," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Hadiyanto, di Jakarta, kemarin.

Hadiyanto menjelaskan, dana bergulir tersebut merupakan bagian dari kebijakan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total belanja negara. Selain LPDP Kemenkeu, anggaran pendidikan 20 persen juga ada yang dikelola oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Persoalan ini saya kira bagaimana mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan sebagian untuk dikelola kementerian terkait pendidikan dan sebagian lagi diinvestasikan untuk masa depan anak-anak Indonesia."

Hingga saat ini, LPDP mengelola dana sekitar Rp 15 triliun untuk. Hasil investasi badan layanan umum di bawah Kemenkeu itu sekitar Rp 2,4 triliun. Rencananya, sekitar Rp 500 miliar akan digunakan untuk beasiswa.

"Kalau dana LPDP sudah Rp 40 triliun, pemerintah tidak akan menyuntik lagi, karena itu sudah dianggap cukup untuk menyalurkan beasiswa, membiayai riset, dan rehabilitasi fasilitas pendidikan rusak akibat bencana alam."

Berdasarkan dokumen Rancangan APBN 2015, hingga akhir tahun lalu, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 1.038 mahasiswa. Selain itu, LPDP juga telah meluluskan 40 usulan riset untuk didanai dan rehabilitasi sembilan sekolah rusak. Adapun dana yang sudah terpakai untuk sejumlah kegiatan tersebut sebesar Rp142,7 miliar.

Sebelumnya, Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit meminta tidak ada penambahan dana bergulir untuk LPDP. "Dana abadi ini seharusnya digugat, bukan sesuatu yang benar. Mestinya dioperasionalkan, kita tidak perlu menyimpan," katanya dalam rapat Panitia Kerja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan Rancangan APBN 2015, Jakarta, Kamis lalu.

Hal senada diungkapkan Wayan Koster, anggota Banggar dari fraksi PDI Perjuangan. Dia bahkan meminta agar tambahan anggaran LPDP sebesar Rp 10 triliun dialihkan untuk mendukung program kartu Indonesia pintar milik pemerintah mendatang.

Anggota Komisi XI DPR-RI Dolfie OFP menyarankan agar usulan penambahan tersebut dibahas di Komisi bidang pendidikan. Pasalnya, itu terkait dengan kebijakan 20 persen anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan. "Kalau sudah ada hasilnya dari Komisi X, kita bahas lagi disini. Sementara Komisi XI hanya akan membahas bagaimana uang itu diinvestasikan," katanya saat dihubungi via telepon seluler, hari ini. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Kemenkeu
  2. DPR
  3. Pendidikan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini