Kemenkeu beberkan 4 fokus penyusunan anggaran 2019

Rabu, 5 September 2018 13:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kemenkeu beberkan 4 fokus penyusunan anggaran 2019 Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani menyebut bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 memiliki empat fokus utama. Keempat fokus ini dikombinasikan dengan kesinambungan fiskal melalui efisiensi dan inovasi pembiayaan anggaran dengan prinsip kehati-hatian menuju keseimbangan primer yang positif dan defisit yang semakin menurun.

Askolani membeberkan empat fokus utama RAPBN 2019 tersebut. Pertama, peningkatan investasi di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Kedua, penguatan program perlindungan sosial.

"Ketiga, akselerasi pembangunan infrastruktur untuk pemerataan pembangunan dan pemanfaatan berbagai potensi ekonomi daerah. Keempat, reformasi birokrasi melalui simplifikasi dan kemudahan investasi dan ekspor," ujar Askolani di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (5/9).

Askolani mengatakan, keempat fokus RAPBN 2019 merupakan harmonisasi atas dua prioritas kebijakan fiskal 2019. Prioritas pertama, menjaga kesehatan fiskal agar produktif, efisien, memiliki daya tahan, dan berkesinambungan (sustainable). Lalu prioritas kedua, mendorong iklim investasi.

"Dalam mendorong iklim investasi dilakukan dengan simplifikasi dan kemudahan investasi dan ekspor, peningkatan kualitas layanan publik, serta pemberian insentif fiskal untuk mendorong investasi dan ekspor, Sehat, Adil, Mandiri," jelasnya.

Askolani mengatakan, RAPBN 2019 mencerminkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri. Sehat karena pemerintah berusaha memangkas defisit APBN menjadi kurang dari 2 persen, pertama kali sejak 2013. Defisit anggaran pada 2017 sebesar 2,51 persen dan defisit anggaran menurut outlook 2018 sebesar 2,12 persen dari PDB. Keseimbangan primer juga diusahakan mendekati 0 persen, konsisten turun sejak tahun 2015.

RAPBN 2019 adil karena pajak bakal menjadi insentif untuk menjaga daya beli masyarakat dan ekonomi melalui kenaikan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dan penurunan tarif pajak penghasilan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi 0,5 persen. Adapula insentif pajak bagi dunia usaha secara targeted (tax holiday dan allowance).

"RAPBN 2019 juga mandiri, karena kontribusi perpajakan meningkat menjadi 83,1 persen dari sebelumnya di tahun 2014 sebesar 74 persen. Pembiayaan dari utang juga semakin turun," jelas Askolani. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini