Kemenhub Soal Dampak Virus Corona: Penumpang Angkutan Umum Turun 70 Persen

Jumat, 20 Maret 2020 12:06 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kemenhub Soal Dampak Virus Corona: Penumpang Angkutan Umum Turun 70 Persen MRT beroperasi seperti semula. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan telah menjalankan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan langkah menjaga jarak (social distancing) di seluruh angkutan publik, baik darat, laut dan udara. Kebijakan tersebut telah memicu penurunan penumpang transportasi umum sebesar 70 persen.

"Penurunannya mencapai 40-70 persen," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, melalui siaran pers, Jakarta, Jumat (20/3).

Kementerian Perhubungan meminta seluruh operator transportasi, untuk menjalankan semaksimal mungkin upaya untuk turut memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain penyemprotan sarana dan prasarana angkutan publik.

Kemudian menyediakan hand sanitizer, mengukur suhu petugas maupun penumpang, dan mengatur sitting arrangement, serta menyediakan masker bagi penumpang yang sedang batuk atau flu.

"Kami menjalankan arahan Presiden untuk menerapkan secara ketat, social distancing di area-area publik yakni di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus, untuk mencegah penularan Covid-19," ujar Adita.

Langkah lainnya adalah mengatur antrean penumpang agar terjaga jaraknya di area pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal bus. Langkah berupa pengurangan jumlah penumpang dalam satu gerbong kereta api misalnya hingga minimal 50 persen pun telah dijalankan.

2 dari 2 halaman

Penurunan Jumlah Penumpang Bantu Pencegahan Penyebaran Virus

penumpang bantu pencegahan penyebaran virus

Penurunan jumlah penumpang, kata Adita, di sisi lain menunjukkan keberhasilan upaya pemerintah untuk mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Penurunan jumlah penumpang ini juga mengurangi orang yang berkerumun di area publik. Segala upaya ini diharapkan dapat membantu secara signifikan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19," paparnya.

Dalam menjalan kebijakan tersebut, Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan di daerah-daerah. Langkah Kemenhub ini pun disambut daerah dengan menerbitkan surat edaran.

Salah satunya di DKI Jakarta, Dinas Perhubungan setempat telah menerbitkan Surat Edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Angkutan Umum di DKI Jakarta dengan Social Distancing. Surat edaran itu ditujukan agar seluruh operator angkutan umum yang memiliki wilayah operasi di Ibu Kota menerapkan social distancing, tanpa terkecuali untuk mencegah penularan virus Covid-19.

[bim]

Baca juga:
Kenapa Tes Corona dari Negatif Bisa Berubah Jadi Positif?
Salat Jumat di Solo Ditiadakan Hingga Pekan Depan
Tito Nilai Sikap Terbuka Bima Arya Bisa Membuat Warga Paham Social Distancing
Ada Virus Corona, Jokowi Minta APBN Ubah Fokus ke Kesehatan Hingga Insentif UKM
Profesor ITB Ungkap Kandungan Kunyit Mampu Cegah Virus Corona
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Nyatakan Tak Terjangkit Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini