Kemenhub minta maskapai larang penggunaan Samsung Galaxy Note 7

Selasa, 13 September 2016 09:21 Reporter : Novita Intan Sari
Kemenhub minta maskapai larang penggunaan Samsung Galaxy Note 7 pesawat. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mendorong langkah pencegahan kecelakaan dalam penerbangan yang telah diambil oleh beberapa maskapai penerbangan nasional Indonesia dalam menyikapi penarikan smartphone produk perusahaan tertentu dari pasar global.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Internasional, Dewa Made Sastrawan mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah adanya laporan mengenai masalah baterai pada smartphone tersebut saat digunakan atau dilakukan pengisian ulang (recharge) baterai oleh penggunanya di dalam pesawat saat terbang.

"Kami mengimbau agar perusahaan penerbangan nasional Indonesia lainnya melakukan langkah-langkah serupa untuk mencegah kecelakaan penerbangan menyusul penarikan smartphone produk perusahaan tertentu dari pasar global karena permasalahan baterai tersebut," ucap Made dalam keterangan tulis, Jakarta, Selasa (13/9).

Himbauan tersebut disampaikan sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor: PM 90 Tahun 2013 tentang Keselamatan Pengangkutan Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, International Civil Aviation Organization (ICAO) Document 9284 on Technical Instruction for the Safe Transport of Dangerous Goods by Air dan ICAO Document 9481 on Emergency Response Guidance for Aircraft Incidents Involving Dangerous Goods.

"Kami selaku otoritas penerbangan sipil Indonesia akan terus berkonsultasi dengan ICAO dan otoritas penerbangan sipil negara lainnya untuk mencari cara mendeteksi dibawanya smartphone tersebut dalam penerbangan serta tentang kapan pengakhiran larangan tersebut", tambah Dewa Made.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan pengoperasian Samsung Galaxy Note 7 di seluruh penerbangan maskapai ini. Hal ini sesuai dengan imbauan Federal Aviation Administration (FAA) pada tanggal 8 September 2016.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar mengatakan, imbauan dari FAA tersebut menyusul atas proses pengambilan seluruh produk Samsung Galaxy Note 7 karena ada permasalahan pada baterai perangkat smartphone tersebut.

"Garuda Indonesia secara tegas memang mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak mengoperasikan handphone selama penerbangan. Terkait imbauan FAA mengenai Samsung Galaxy Note 7 ini, Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk tidak menyalakan, mengisi atau recharge baterai, juga tidak memasukkan perangkat ponsel tersebut pada bagasi penumpang," ujar Benny dalam keterangan yang diterima merdeka.com di Jakarta, Minggu (11/9).

Benny menegaskan, perseroa juga telah mengomunikasikan imbauan ini di lingkungan internal untuk dapat disampaikan oleh para petugas yang berhubungan langsung dengan penumpang. Mulai hari ini, Garuda Indonesia juga telah memasang imbauan ini secara tertulis di konter-konter check-in di bandara-bandara yang diterbangi Garuda Indonesia.

"Imbauan yang disampaikan oleh FAA berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. Kami akan mengevaluasi imbauan ini sampai dengan adanya pengumuman resmi dari FAA," pungkasnya.

Pelarangan ini terkait dengan akibat terjadinya sejumlah kebakaran yang diduga diakibatkan Samsung Galaxy Note 7. Terakhir, kejadian itu menimpa seorang warga Florida AS, Nathan Dornacher yang menemukan mobilnya sudah dalam keadaan terbakar. Saat itu, Dornacher meninggalkan perangkat tersebut dalam keadaan sedang dicas.

Usai kejadian itu, Dornacher berencana menuntut Samsung karena telah mengakibatkan kendaraan pribadinya terbakar. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini