Kemenhub Klaim Jembatan Udara Turunkan Disparitas Harga Bahan Pokok

Selasa, 28 Juni 2022 14:49 Reporter : Siti Nur Azzura
Kemenhub Klaim Jembatan Udara Turunkan Disparitas Harga Bahan Pokok Inflasi Bahan Pokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat, Program Jembatan Udara (Jembara) dinilai berhasil menurunkan perbedaan (disparitas) harga sejumlah bahan pokok di wilayah Indonesia Timur.

"Adapun salah satu manfaat subsidi perintis saat ini adalah penurunan disparitas harga, khususnya yang dilayani Program Jembatan Udara," kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (28/6).

Selama 2021, penurunan disparitas harga daging ayam ras sebesar 21 persen di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, dengan harga daging ayam dari yang dilayani melalui Jembara sebesar Rp55.000 per kilogram, sementara harga dari Non Jembara mencapai Rp70.000 per kilogram.

Kemudian, harga tepung terigu yang dilayani oleh Jembara sebesar Rp20.000 per kilogram, sementara Non Jembara mencapai Rp25.000 per kilogram. Selanjutnya, harga daging ayam ras di Kabupaten Boven Digoel yang dilayani Jembara sebesar Rp70.000 per kilogram, sementara yang Non Jembara mencapai Rp120.000 per kilogram.

Adapun minyak goreng yang dilayani Jembara sebesar Rp25.000 per kilogram, sementara yang Non Jembara mencapai Rp40.000 per kilogram. Namun demikian, sejumlah tantangan dalam memberikan pelayanan penerbangan perintis di Indonesia, salah satunya adalah terkait aspek keamanan.

Tantangan lainnya adalah kondisi cuaca yang berubah di sejumlah wilayah penerbangan perintis, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang naik dari 10 persen menjadi 11 persen, serta kenaikan harga bahan bakar pesawat. "Ini masih menjadi pemikiran kami untuk mengatasinya," katanya.

Ditjen Perhubungan Udara terus berkomitmen mengurangi disparitas harga di wilayah Indonesia Timur melalui Jembara. Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut antara lain peningkatan keselamatan penerbangan melalui metode pengendalian dan pengawasan, hingga menerapkan kebijakan pengaturan tarif angkutan udara.

"Subsidi juga terus diberikan untuk melayani wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan yang salah satunya untuk menurunkan disparitas harga. Alokasi pagu anggarannya sebesar Rp525 miliar pada tahun 2022," tandasnya.

Baca juga:
Ikatan Pedagang Soal Perbandingan Harga Pangan Singapura-RI: Tidak Apple to Apple
Di sela KTT G7 Jerman, Jokowi & PM India Bahas Penguatan Kerja Sama Pangan
Sri Mulyani Prediksi Belanja Negara Tahun Ini Bengkak Hingga Rp3.000 Triliun
Mendag Zulhas Soal Pangan Mahal: Subsidi Sudah Rp500 T, Dinaikkan Lagi Bisa Kolaps
Kabar Gembira, Kemendag Sebut Harga Cabai dan Bawang Mulai Turun Bulan Depan
Harga Telur Makin Mahal, Mendag: Untung Sedikit Boleh Kan, Banyak Utang Peternak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini