Kemendag Terjunkan Tim Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Rabu, 13 November 2019 12:51 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kemendag Terjunkan Tim Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru Pasar tradisional. ©2018 Merdeka.com/Desi

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya akan menjaga stabilitas harga bahan pokok jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Salah satunya dengan memastikan kecukupan pasokan.

Menurut dia, ada sejumlah bahan pokok yang diwaspadai bakal mengalami kenaikan harga. Bahan-bahan pokok tersebut seperti beras daging, gula, dan minyak goreng.

"Ayam ras, cabai, bawang putih. Jadi kita harus stabilkan kebutuhan bahan pokok yang biasa digunakan untuk hari besar keagamaan," kata Agus, ketika ditemui, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11).

Hasil pantauan Kemendag, komoditas bawang merah sudah mengalami kenaikan harga. Kemarau panjang yang berbuntut pada kekurangan pasokan menjadi penyebabnya.

"Maka kita waspadai, makanya gunanya untuk penetrasi pasar, kondisi iklim suasana di pasar supaya juga pasokan cukup atau tidak. Apakah nanti ada kenaikan permintaan, bisa kita antisipasi terutama dengan bekerja sama dengan Pemerintah daerah dan pelaku pasar di sana," ujar dia.

Kemendag pun akan mengirimkan tim pemantau ke pasar-pasar. Dengan demikian kondisi pasokan bahan pokok dapat terpantau.

"Jadi semua ini kan pasokan kita masih ada kecukupan memang nanti kita antisipasi dengan perubahan iklim. Untuk sementara ini kita masih lihat masih ada kecukupan," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Gelar Operasi Pasar

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan, Kemendag sudah siap menjaga ketersediaan dan harga pangan jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Salah satu caranya yaitu menggelar operasi pasar di ritel modern.

Operasi pasar ini akan dilakukan dengan berkolaborasi antara pengusaha ritel modern dan Perum Bulog. Usaha Kemendag akan makin intens pada dua minggu menjelang Nataru.

"Baru saja dilakukan rapat bersama antara ritel modern yang ada di seluruh Indonesia di mana Pak Menteri (Agus Suparmanto) telah memberikan guidance agar dalam rangka stabilisasi bahan pokok, khususnya beras, nantinya ritel modern akan menjual Beras Milenium di seluruh Indonesia," kata Suhanto di Jakarta, Jumat (8/11).

Diharapkan program ini bisa menjaga harga pangan tetap di Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Jadi kami harapkan dengan adanya ritel modern ikut serta nanti, semua barang-barang kebutuhan pokok, khususnya yang ada HET seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging akan selalu dalam keadaan terjamin HET-nya," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kumpulkan Kepala Dinas

Kemendag juga sudah mengumpulkan kepala dinas dari 34 provinsi untuk memonitor harga pangan. Suhanto menyebut sejauh ini tidak ada gejolak apapun terkait pangan.

Para eselon I pun sudah ditugaskan untuk terjun langsung memimpin rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sebanyak 15 provinsi yang umumnya memperingati hari raya Natal pun akan menjadi prioritas yang akan dipantau dari segi pasokan dan harga. [azz]

Baca juga:
Jaga Harga Pangan Jelang Natal, Kemendag Bakal Gelar Operasi Pasar di Ritel Modern
Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil di Pekan Kedua November 2019
Harga Cabai Alami Kenaikan di Pasar Tradisional Akibat Mulai Berkurangnya Pasokan
Bulog Bakal Bangun King Market, Toko Modern Khusus Pangan
Monopoli Rute Tol Laut Didominasi Kawasan Timur Indonesia
BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini