Kemendag beberkan komoditas ekspor potensial saat AS-China perang dagang

Selasa, 18 September 2018 12:36 Reporter : Merdeka
Kemendag beberkan komoditas ekspor potensial saat AS-China perang dagang Bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China bisa membawa dampak positif bagi Indonesia. Asalkan, Indonesia bisa memanfaatkan perang dagang ini untuk menggenjot ekspor produk ke dua negara tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Karyanto Suprih, mengatakan bagi Indonesia China dan AS merupakan negara tujuan ekspor nomor 1 dan 2. Namun bagi China, Indonesia merupakan eksportir terbesar ke-16 dengan nilai USD 28,5 miliar. Sedangkan bagi AS, Indonesia menempati urutan ke-19 sebagai negara eksportir terbesar dengan nilai USD 1,12 miliar.

"Kita harus siap mengambil peluang meningkatkan penetrasi ekspor di kedua negara tersebut," ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (18/9).

Menurut dia, komoditas Indonesia yang berpotensi untuk terus digenjot ekspornya ke AS dan China antara lain produk perikanan, minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya serta buah-buahan. "Untuk palm oil, dengan terhambatnya ekspor dari AS ke China, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor biodiesel ke China. Produk tekstil juga berpeluang terutama ke AS. Suda saatnya secara optimal memanfaatkan kesepaktan dagang ASEAN-US dan China. Tapi produk kita harus siap dengan standar dan mutu yang diminta kedua negara," kata dia.

Namun selain memanfaatkan peluang ekspor, lanjut Karyanto, Indonesia juga tetap harus mewaspadi serbuan produk-produk AS dan China. Sebab, dengan perang dagang ini, secara otomatis AS dan China akan mencari pasar baru ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

"Indonesia juga harus waspada potensi turunnya permintaan produk dan turunnya harga produk misal karet yang banyak diekspor ke China dan AS. Untuk itu perlu ditingkatkan ke produk lainnya. Kita harus bergerak cepat untuk produk tertentu yang mengalami penurunan, dan harus aktif meningkatkan ke pasar negara lain. Indonesia juga bisa menjadi target pasar dari membanjirnya produk AS dan China yang terhambat diperdagangkan di kedua negara ini karena adanya peningkatan tarif. Untuk itu kita harus meningkatkan kecintaan produk dalam negeri," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini