Kembali Dikritik, Utang Pemerintah di 2020 Dinilai Tak Produktif

Jumat, 6 September 2019 14:33 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kembali Dikritik, Utang Pemerintah di 2020 Dinilai Tak Produktif Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK menganggarkan penarikan utang baru di 2020 sebesar Rp351 triliun. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan jumlah pembiayaan tahun ini sebesar Rp373 triliun.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sumarjati Arjoso, mengatakan penarikan utang tahun depan tidak produktif karena hanya mampu membayar bunga utang yang terus bengkak.

"Utang tahun depan hanya Rp351 triliun untuk membayar bunga utang Rp300 triliun. Berarti kita utang hanya untuk membayar bunga utang," ujar Sumarjati di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/9).

Sumarjati juga menyoroti utang luar negeri yang terus bengkak dalam beberapa waktu belakangan. Di mana, pada Agustus 2019, utang tercatat bengkak hingga mencapai Rp5.485 triliun.

"Tentang utang, sudah Rp5.485 triliun. Memang kalau persentase terhadap PBD belum mengkhawatirkan. Tetapi, bahwa utang kita hanya untuk membayar utang perlu kita pikirkan bersama. Apalagi pajak juga menurun," jelasnya.

Sumarjati menambahkan, penambahan utang seharusnya bisa diawasi pemanfaatannya dengan baik. Dia meminta jangan sampai penambahan utang masuk ke kantong pada koruptor.

"Hal lain yang ingin kami sampaikan, anggaran yang begitu besar kita tahu sekarang banyak korupsi. Baik eksekutif, legislatif, dan juga BUMN. Kalau anggaran (utang) sebesar ini ada korupsi tentu target sasaran tidak tercapai," jelasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini