Kemasan plastik kena cukai, industri ancam pangkas karyawan

Rabu, 27 April 2016 21:04 Reporter : Siti Nur Azzura
Kemasan plastik kena cukai, industri ancam pangkas karyawan botol plastik. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Produsen plastik dan industri pengguna mengklaim bakal merugi jika pemerintah mengenakan cukai pada kemasan plastik. Jika merugi, mereka membuka kemungkinan memangkas jumlah karyawan.

"Kalau plastik dikenakan cukai maka akan menghilangkan kesempatan kerja karena pendapatan industri akan turun. Maka negara akan terbebani pengangguran," kata Juru Bicara Forum Lintas Asosiasi Produsen dan Pengguna Plastik Rachmat Hidayat, Jakarta, Rabu (27/2).

Menurutnya, selama ini, industri yang berkenaan dengan kemasan plastik banyak menyerap tenaga kerja.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (Inaplas) Budi Susanto Sadiman. Menurutnya, pengenaan cukai bakal merugikan industri penghasil, pengguna, dan pendaur ulang plastik.

"Pungutan cukai terhadap plastik tujuannya untuk mengurangi konsumsi plastik. Ini tentunya akan merugikan industri karena konsumsinya berkurang," kata Budi.

Jika dasar pemerintah memungut cukai untuk menekan pencemaran lingkungan. Maka, menurut Budi, kertas lebih tepat dikenakan cukai ketimbang plastik.

"Kertas pencemaran banyak, harus menebang hutan, cuci pakai pemutih yang mencemari sungai," katanya. "Plastik dibilangnya terlalu membuang energi. Tapi faktanya plastik menghemat energi sebanyak 35 persen per tahun." [yud]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini