Kemarau Ekstrem Datang, Kementan Ingatkan Bahaya Kemunculan Mafia Air

Senin, 8 Juli 2019 15:24 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kemarau Ekstrem Datang, Kementan Ingatkan Bahaya Kemunculan Mafia Air Kemarau, Danau kering di Jakarta Timur. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Informasi peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tahun ini berpotensi terjadi kemarau ekstrem sampai September, dan puncaknya terjadi pada Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, terungkap satu kenyataan miris. Di mana, berkembangnya praktik yang oleh Kementerian Pertanian dinamakan mafia air.

"Jadi begini. Ketika air ini jumlahnya terbatas dan peminatnya banyak. Jadilah mekanisme pasar. Itulah orang-orang yang menjual jasanya untuk membobol pintu air," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/7).

Dia mengatakan, sejauh ini, praktik tidak terpuji itu terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. "Yang paling intensif dan seru itu di Indramayu. Kami sudah 2 kali (menemukan praktik tersebut). Tahun 2006 dan 2015," ujarnya.

Dia pun mengaku punya pengalaman melihat langsung aksi para mafia air tersebut. Mereka, berdasarkan pengalaman Gatot, kerap beroperasi di waktu dini hari.

"Saya sudah dua kali ngurusin yang kayak begitu di lapangan. Itu ada 5 preman jam 1.00 pagi (dini hari) dialah yang nungguin pembobolan ini. Bukan hanya dibuka pintunya, tapi juga bobol temboknya," ujarnya.

Agar kejadian tersebut tak kembali berulang, dia pun meminta aparat yang bertugas di daerah untuk memperketat pengawasan, khususnya pada musim kemarau seperti saat ini.

"Jadi saya minta dengan sangat untuk melakukan patroli kekeringan kemarau untuk daerah yang terdampak. kedua melakukan perluasan LTT (Luas Tambah Tanam) di wilayah yang airnya masih cukup," tegasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini