Keluar Jebakan Kelas Menengah, Indonesia Harus Adaptasi Teknologi Negara Maju

Kamis, 5 Desember 2019 15:24 Reporter : Merdeka
Keluar Jebakan Kelas Menengah, Indonesia Harus Adaptasi Teknologi Negara Maju pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI), Naoyuki Yoshino menyarankan Indonesia untuk mengadaptasi teknologi yang dibawa negara maju ke dalam negeri. Dengan demikian, pendapatan per kapita Indonesia bisa tumbuh dan keluar dari jebakan negara berpenghasilan kelas menengah atau middle income trap.

Yoshino coba membandingkannya dengan Thailand yang telah berkembang dengan baik secara teknologi. Seperti dalam industri manufaktur otomotif, di mana Negeri Siam banyak mengadopsi teknologi yang dibawa oleh Jepang.

Jepang disebutnya mau membangun pabrik di Thailand karena pemerintah setempat mempermudahnya dengan ongkos pekerja dan produksi yang rendah.

"Kedua negara (Thailand dan Jepang) punya competitive advantage dengan acuan cheap labor. Jika negara lain (Vietnam) secara ongkos pekerja dan produksi lebih murah, perusahaan-perusahaan Jepang akan cenderung pindah ke Vietnam," terangnya pada acara The 9th AIFED di Nusa Dua, Bali, Kamis (5/12).

Dia berandai-andai, jika Jepang hengkang dari Thailand ke Vietnam, maka Negeri Gajah Putih akan terjebak dalam middle income trap.

"Oleh karenanya, untuk menghindari ini, Thailand harus membuat teknologinya sendiri, untuk kemudian bisa berkembang dan lepas dari ketergantungan terhadap Jepang," bebernya.

1 dari 1 halaman

Jaga Iklim Investasi

investasi rev1

Saat ini, Indonesia dikatakannya juga bergantung pada teknologi dari negara maju dalam sektor industri dalam negeri. Dia juga mengingatkan Pemerintah RI agar bisa menjaga iklim investasi yang disenangi pihak investor.

"Seperti yang dibilang sebelumnya, pihak investor akan bertahan jika iklim investasi di negara tersebut bersahabat kepada negara investor," imbuh dia.

Di sisi lain, Indonesia juga harus bisa mengembangkan teknologi yang dibawa negara lain untuk dapat keluar dari jebakan kelas menengah.

"Kalau Indonesia tidak bisa membuat teknologinya sendiri, negara ini pada akhirnya akan terjebak dalam middle income trap," tegas Yoshino.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Kemenkeu Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2020 Berada di 5,2 Persen
JK Soal Gejolak Ekonomi Dunia: Semua Bisa Diatasi, Selesai 2 Atau 3 Tahun Lagi
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen di Akhir 2019
Upah Buruh Indonesia Tergolong Murah, Investor Tetap Pilih Vietnam untuk Relokasi
Moody's Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,7 Persen di 2020
Mengapa Dunia Harus Antisipasi Perlambatan Ekonomi AS dan China?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini