Kejar Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Pengendalian Covid-19 dari Hulu

Rabu, 15 September 2021 11:17 Reporter : Anisyah Al Faqir
Kejar Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Pengendalian Covid-19 dari Hulu antisipasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini berkisar antara 3,7-4,5 persen. Kemudian pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa mencapai 5,2 persen. Hal ini sejalan dengan proyeksi pemulihan ekonomi global.

"Ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 3,7-4,5 persen di 2021 dan tumbuh 5,2 persen di tahun 2022. Proyeksi ini sejalan dengan pemulihan ekonomi global," kata Airlangga dalam Acara UOB Economic Outlook 2022, Jakarta, Rabu (15/9).

Meski begitu, Airlangga menuturkan target pertumbuhan ekonomi ini masih sangat tergantung dengan peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pandemi Covid-19. Maka pemerintah pun memperkuat pengendalian Covid-19 dari hulu ke hilir untuk mencegah dan menanganinya lebih baik.

Penguatan dari hulu dilakukan dengan akselerasi vaksinasi dan peningkatan disiplin protokol kesehatan. Jumlah tracing dan testing juga ditingkatkan termasuk mengoptimalkan treatment.

Begitu juga dengan pengendalian mobilitas dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. Sementara dari sisi hilir, pemerintah berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Dari hilir dengan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan," kata dia.

Secara khusus, pemerintah juga meningkatkan target harian vaksinasi Covid-19 menjadi 2 juta sampai 2,3 juta. Sehingga diharapkan di akhir tahun sudah bisa memvaksinasi 208 juta penduduk Indonesia.

"Di bulan September ini ditargetkan dosis vaksinasai dinaikkan menjadi 2 juta - 2,3 juta jiwa per hari sehingga akan mendukung vaksinasi sebesar 208 juta di akhir tahun 2021.

Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan refocusing APBN untuk membiayai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Saat ini anggaran PEN hasil refocusing menjadi Rp 744,7 triliun. Anggaran ini akan digunakan mendukung optimalisaisi PPKM dengan peningkatan anggaran untuk berbagai perlindungan sosial.

Antara lain percepatan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) peningkatan penerima dan manfaat kartu sembako, melanjutkan diskon listrik, program Kartu Prakerja dan subsidi upah. "Keberlangsung ini juga jadi fokus pemerintah buat mendongkrak kinerja sektor usaha," kata dia mengakhiri. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini