Kecewa, Direktur Teknik Merpati memilih mundur

Kamis, 12 Juli 2012 13:04 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kecewa, Direktur Teknik Merpati memilih mundur merpati . Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Direktur Teknik PT Merpati Nusantara Airlines Wisudo mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri ke Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Selasa (10/7) lalu.

Dia mengaku kecewa karena diduga terlibat kasus korupsi di perusahaan pelat merah tersebut. Selain itu, dia mengaku kecewa karena dia sebagai direksi harus tes ulang untuk menduduki jabatan yang sama.

Wisudo mengatakan bahwa Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo yang saat itu masih menjabat sebagai Komisaris Utama Merpati mengatakan tengah mencari direksi baru dan meminta Wisudo untuk tes kembali untuk menduduki jabatan yang sama.

"Waktu itu pak Rudi memberitahu saya melalui BlacBerry Messanger. Dua jam kemudian saya balas lewat SMS, 'Bapak komisaris yang terhormat, tidak perlu susah-susah mencari. Saya tidak usah ikut. Saya sudah menyediakan pengganti saya. silahkan dites.'," ujar dia saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/7).

Wisudo mengaku kecewa lantaran dia harus mengikuti tes tersebut. Padahal pada waktu dia diperintahkan untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Teknik oleh mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, juga telah melalui tes. "Kenapa saya harus dites lagi? Dan kenapa direksi dirombak semua oleh komisaris?" tanya dia.

Selain itu, mantan karyawan Kementerian Perhubungan ini juga mengaku kecewa oleh pernyataan Rudi kepada media yang mengatakan bahwa 60 persen kegiatan korupsi berada pada divisi yang dia pimpin. "Lha wong itu yang menemukan saya kok. Tahun 2010 saya benar-benar rombak hanggar Surabaya," cetus dia.

Wisudo menceritakan ia pernah memerintahkan Serikat Pekerja Merpati melakukan audit di Surabaya. Pada Juli 2011, SPI menemukan adanya peralatan yang hilang setelah dilakukannya audit mulai dari 2004, 2005, 2006, hingga 2010.

Kepada Merdeka, Wisudo mengaku bahwa dia mengobati kekecewaannya dengan pencapaian yang sudah dia capai di Merpati. "Dua tahun cukup lah untuk saya. Saya sudah usia pensiun juga. Saya sudah mempersiapkan Merpati secara matang," kata dia.

Menurut dia, hanggar pesawat di Surabaya kini sudah mendapatkan sertifikasi internasional dan diakui oleh negara-negara di Eropa. "Pada 29 Juni lalu saya melakukan launching sertifikasi hanggar Surabaya. Jadi bisa diakui oleh internasional," kata dia.

Bahkan, Dahlan pun telah mengaku puas dengan kinerja dia dalam pencapaian itu. "Saya mendampingi beliau saat berkunjung di hanggar tersebut. Dia bilang puas," kata dia.  

[rin]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Merpati Airlines
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini