Kebutuhan Mendesak, PLN Minta BLU Batu Bara Terbentuk di Agustus 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 18:45 Reporter : Merdeka
Kebutuhan Mendesak, PLN Minta BLU Batu Bara Terbentuk di Agustus 2022 Batu bara. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) masih menanti pemerintah membentuk Badan Layanan Usaha atau BLU batu bara sebagai pemungut iuran batu bara. Pasalnya, pihak pemasok batu bara mau mengirimkan suplai pasca BLU terbentuk.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara PLN Adi Priyanto seusai rapat dengan pemerintah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/8).

"BLU harus ada. Jadi BLU batu bara harus segera dibentuk," tegas Adi.

Adi pun berharap BLU batu bara benar-benar bisa dirilis pada Agustus 2022 ini, di samping penerapan kewajiban pemenuhan pasar domestik (DMO) untuk produsen batu bara.

"Mudah-mudahan (kelanjutannya) positif, sehingga hajat hidup orang banyak bisa terpenuhi. Secepatnya. Jangan lewat Agustus lah," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Jamin Pasokan Domestik

Sebelumnya, pengusaha batu bara terus mendorong pemerintah untuk segera meresmikan pembentukan BLU batu bara. Tujuannya, untuk menjamin pasokan domestik di tengah situasi harga batu bara yang sedang melambung.

Sekretaris Jendral Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Muhammad Arif menegaskan, disparitas harga yang terjadi belakangan ini menyebabkan pasokan batu bara PT PLN (Persero) tersendat. Sebab, sebagian besar penambang batu bara lebih memilih ekspor.

"Kami mendukung pemerintah untuk segera meresmikan BLU agar jadi solusi disparitas harga," kata Arif.

Sebagai gambaran, harga batu bara di pasar Ice Newcastle pada awal Agustus ini bertengger di USD 388 per ton. Sedangkan harga batu bara untuk kelistrikan dipatok sebesar USD 70 per ton.

"Tingginya harga batu bara dunia tentu membuat penambang lebih memilih ekspor. Sehingga dibutuhkan mekanisme yang bisa menjembatani agar tidak terjadi disparitas," beber Arif.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pengusaha Batubara Lebih Pilih Bayar Denda Dibanding Penuhi Pasokan Dalam Negeri
Komisaris Anak Usaha PLN Jamin Pasokan Baru Bara untuk Pembangkit Tetap Lancar
Ancam Setop Ekspor, Menteri Arifin Minta Pengusaha Pasok Batubara ke PLN
Kejagung: Aspatindo dan Bukaka Diduga Monopoli Tender Tower PLN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini