Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi Diklaim Berhasil Kendalikan Angka Kemiskinan

Kamis, 25 Maret 2021 10:41 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi Diklaim Berhasil Kendalikan Angka Kemiskinan Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim kebijakan yang dilakukan pemerintah sejak pandemi Covid-19 berhasil mengendalikan angka kemiskinan. Hasilnya, tingkat kemiskinan terjadi di Tanah Air tidak melebar seperti yang diramalkan dari lembaga-lembaga internasional.

Dia mengatakan, sejak pandemi Covid-19 pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya memperlebar defisit di atas 3 persen demi menyelamatkan Indonesia, terutama 40 persen masyarakat terbawah dan pelaku usaha.

"Hasilnya, tingkat kemiskinan Indonesia tidak turun sejauh yang diprediksi IMF, Indonesia mampu menjaganya di angka 10,4 persen, sedangkan prediksi IMF 11,8 persen," kata Sri Mulyani, ditulis Kamis (25/3).

Pemerintah berusaha menjaga kredibilitas dari pelebaran defisit yang dilakukan. Sesuai dengan UU No 2 tahun 2020, defisit di atas 3 persen hanya akan dilakukan selama 3 tahun, 2020 – 2022. Di tahun 2021 ini, pemerintah secara bertahap akan mulai melakukan konsolidasi dengan menurunkan defisit ke 5,7 persen dan menyusun APBN 2022 dengan melihat data-data atas implementasi kebijakan fiskal sejak 2020.

Bendahara Negara ini menambahkan, ketiga mesin pertumbuhan yaitu investasi, konsumsi, dan ekspor sudah dapat bekerja dengan baik. Dengan begitu, APBN tidak lagi bekerja sendiri seperti di 2020. Pemerintah akan terus melihat secara detail belanja yang telah dilakukan dan efisiensi yang dapat diteruskan, terutama pada biaya operasional kantor pemerintahan.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki Lembaga Pengelola Investasi (LPI/INA) yang ditujukan untuk menarik investasi agar Indonesia dapat tetap mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan tanpa membebani APBN.

Bekerja berdampingan dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah yakin Indonesia akan mampu perlahan mengembalikan defisit di bawah 3 persen setelah 2022. Hal ini juga dapat tercapai apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan terus disiplin akan protokol kesehatan. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini