Ke Amerika, Menteri Suharso Kaji Kereta Gantung Jadi Transportasi di IKN

Senin, 25 Juli 2022 09:46 Reporter : Merdeka
Ke Amerika, Menteri Suharso Kaji Kereta Gantung Jadi Transportasi di IKN Ilustrasi kereta gantung. ©2021 Merdeka.com/pxhere.com

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengunjungi Stevenson Fishing Port, Harbour Flight Centre, dan Boeing. Salah satunya untuk mengkaji beberapa transportasi alternatif bagi Indonesia bagi kota di Indonesia maupun ibu kota nusantara (IKN).

Pihaknya mempelajari regulasi pengembangan kereta gantung, seaplane, dan pesawat jarak menengah. Upaya pembangunan kereta gantung masih terhambat, terutama aspek skema pembiayaan dan isu pemanfaatan ruang udara.

"Saat ini sedang dilakukan penjajakan kesesuaian kereta gantung sebagai angkutan perkotaan di IKN dan pariwisata, termasuk kesesuaian aspek topografi wilayah serta added advantage berupa panorama kota. Pemerintah juga sedang menelaah pengembangan kereta gantung yang terintegrasi dengan Rencana Induk dan Sistem Transportasi Perkotaan di IKN," kata Suharso, di Jakarta, Senin (25/7).

Penggunaan seaplane juga sedang dijajaki utamanya untuk kota waterfront seperti Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. Kajian Kementerian Perhubungan merekomendasikan 9 lokasi pariwisata di Indonesia. Di samping itu, permintaan terhadap angkutan seaplane perlu dilakukan penelaahan segmentasi pasar dan konektivitas yang dilayani.

"Operasional seaplane di Indonesia mayoritas didominasi swasta dengan peran pemerintah yang masih terbatas pada sisi pemberian izin operasional pesawat apung namun tidak mencakup pembangunan, pengembangan, dan pengoperasian bandara perairan," imbuhnya.

Dalam kunjungan ke Boeing, terdapat dua poin diskusi yang dibahas. Pertama, komitmen untuk memenuhi permintaan Indonesia dalam setiap pembelian pesawat tempur militer sesuai dengan amanat UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, maupun pembelian pesawat komersial berupa offset dan transfer teknologi. Kedua, mendorong pengembangan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) oleh industri dirgantara nasional sebagai kemitraan dengan Boeing.

2 dari 2 halaman

Sesuai Visi 2045, kedirgantaraan dikembangkan melalui ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia yang kondusif dan berdaya saing. Indonesia menargetkan menjadi produsen pesawat terbang tipe turboprop kapasitas kurang leih 100 kursi dengan teknologi terkini.

Pada komponen dan rantai pasok, pemerintah menargetkan peningkatan 2 kali nilai TKDN komponen pesawat terbang. MRO dan jasa purnajual mencapai daya serap layanan jasa MRO untuk pesawat yang beroperasi di Indonesia sebesar USD 2 miliar.

Jasa penerbangan dan kebandarudaraan menghubungkan 263 kota di Indonesia dan 135 kota di luar negeri dengan standar keselamatan dan layanan tinggi, serta mampu melayani peningkatan lalu lintas pesawat, penumpang, dan kargo 3-4 kali.

Selain sektor transportasi, Menteri Suharso juga membahas pengembangan sektor pertanian dengan mengunjungi Land O’Lakes Inc di Minnesota, Amerika Serikat pada Senin (18/7). Dalam pertemuan ini, Indonesia dapat mengadopsi pertanian regeneratif dan mendukung keahlian teknis pembentukan koperasi.

Bappenas mempelajari sumber pendanaan awal pembentukan korporasi dan akses pasar, permasalahan dan solusi dalam menjalankan korporasi, serta peran asosiasi produsen komoditas. Pihaknya juga mengobservasi ekosistem proses bisnis Land O’Lakes Inc yang akan direplikasi di Indonesia sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 terkait pembentukan 350 korporasi petani dan nelayan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Kemenkeu: GBK dan Aset Negara Tidak Dijual Saat Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
Menko Airlangga Undang Jepang Bangun Kota Pintar di Ibu Kota Nusantara
INFOGRAFIS: Berburu Waktu Bangun Ibu Kota Baru
Bangun Kawasan Inti Ibu Kota Baru, Badan Otorita Gelar Market Sounding Bulan Depan
Pemerintah Latih Penduduk Lokal IKN: Membuat Kue, Menjahit hingga Konstruksi
Menteri Bahlil: Pembangunan Ibu Kota Baru Harga Mati, Harus Jalan Terus

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini