Kata Jokowi soal Defisit Neraca Perdagangan RI Terparah Sepanjang Sejarah

Senin, 20 Mei 2019 16:14 Reporter : Merdeka
Kata Jokowi soal Defisit Neraca Perdagangan RI Terparah Sepanjang Sejarah Jokowi. ©2018 kapanlagi.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mencapai USD 2,50 miliar pada April 2019 lalu. Ini dipicu oleh faktor defisit sektor migas sebesar USD 1,49 miliar, dan non-migas senilai 1,01 miliar.

Defisit neraca perdagangan tersebut merupakan yang terparah sepanjang sejarah, melampaui perolehan pada Juli 2013 lalu yang sebesar USD 2,33 miliar.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, defisit neraca perdagangan memang merupakan persoalan besar. Dia menyebutkan, kunci utama untuk memangkas defisit tersebut ialah penguatan ekspor.

"Tapi rumusnya, kalau ekspornya tidak meningkat, substitusi impornya tidak diproduksi sendiri di dalam negeri, sampai kapanpun enggak akan rampung mulu," ujar dia di Bendungan Rotiklot, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/5).

Jokowi melanjutkan, industrialisasi dan hilirisasi menjadi kunci utama sehingga negara bisa memproduksi barang jadi ketimbang bahan mentah. "Oleh sebab itu kuncinya industrialisasi. Kuncinya hilirisasi. Jangan sampai ngirim bahan mentah, jangan sampai ngirim raw material. Semuanya harus ada nilai tambah di dalam negeri. Kuncinya di situ aja," tegasnya.

"Kayak sekarang ini sudah kerjakan avtur, sekarang sudah enggak impor, kerjain di sini nanti mulai bulan depan sudah enggak ada impor avtur dan solar," dia menambahkan.

Jokowi pun mempermasalahkan bilamana Indonesia ke depannya masih terus bergantung kepada impor tanpa bisa memproduksi barang jadi sendiri.

"Sampai kapan pun defisitnya pasti akan besar kalau impor, enggak usah diceritain. Yang paling penting itu bagaimana menyelesaikan persoalan itu," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini