Kasus pilot tawarkan pramugari, DPR minta izin Lion Air dicabut

Rabu, 18 November 2015 16:06 Reporter : Rizky Andwika
Kasus pilot tawarkan pramugari, DPR minta izin Lion Air dicabut Lion Air. stevenairspace.com

Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR Miryam S Haryani mengecam keras perilaku pilot maskapai Lion Air yang menawarkan pramugari janda ke para penumpang sebagai kompensasi delay. Dia mendesak Kementerian Perhubungan untuk mencabut izin operasi maskapai Lion Air.

"Kemenhub harus tegas untuk mencabut izin maskapai penerbangan ini, apalagi tidak hanya ini saja pelanggaran yang dilakukan. Sebelum-sebelumnya maskapai ini juga sudah seringkali melakukan pelanggaran dari yang ringan ketidaktepatan waktu hingga pelanggaran berat yang mengancam keselamatan penumpang," kata Miryam saat dihubungi merdeka.com, Rabu (18/11).

Selain itu, pilot yang menawarkan jasa pramugari janda juga harus diberikan sanksi sosial maupun sanksi pidana. Alasannya, pilot tersebut sudah melecehkan harga diri orang lain di depan publik.

"UU yang mengatur ini sangat jelas dan perkara ini juga sangat mudah untuk ditelusuri kebenarannya," tegas dia.

Lewat kejadian ini, Ketua DPP Partai Hanura ini mengusulkan Komisi V DPR selaku komisi yang menaungi masalah perhubungan untuk melakukan sidak ke lapangan guna mengawal kasus ini agar diselesaikan secara tuntas.

"Apabila hal ini dibiarkan maka akan memicu pelecehan-pelecehan serta tindakan tidak terpuji yg lebih ekstrim kedepannya. Saya juga telah mengusulkan kepada komisi V untuk melakukan sidak ke lapangan guna mengawal agar kasus ini benar-benar diusut sampai tuntas," tukas dia.

Seperti diketahui, pilot maskapai Lion Air dilaporkan menawarkan pramugari berstatus janda kepada para penumpang di dalam pesawat. Terdengar juga suara desahan selama penerbangan pesawat bernomor JT 990 rute Surabaya Denpasar itu.

Laporan itu disampaikan Lambertus Maengkom melalui pengaduan di bandara.web.id, pukul 10.46 WIB pada 15 November 2015. Kejadian itu diakui terjadi sehari sebelum dirinya membuat laporan ke Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan itu.

Dalam laporannya, Lambertus menceritakan, pilot Lion Air itu menawarkan pramugari janda kepada penumpang sebagai kompensasi delay. Sontak, tawaran itu membuat para terkejut. Sebab, tawaran itu disampaikannya melalui pengeras suara (speaker) pesawat. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini