Kapitalisasi Pasar Modal RI Terendah di ASEAN, Malaysia-Filipina Dekati 100 Persen

Jumat, 12 Agustus 2022 18:13 Reporter : Merdeka
Kapitalisasi Pasar Modal RI Terendah di ASEAN, Malaysia-Filipina Dekati 100 Persen Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut, sektor keuangan Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara, dan masih dihadapkan dengan berbagai tantangan. Hal itu dilihat nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia yang masih rendah di angka 48 persen.

"Kapitalisasi pasar modal Indonesia hanya 48 persen. Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina mereka bisa memiliki rasio kapitalisasi pasar modal hingga mendekati 100 persen," kata Menteri Sri Mulyani dalam LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments, Jumat (12/8).

Rendahnya angka tersebut dikarenakan sektor keuangan Indonesia saat ini masih berorientasi terhadap akumulasi dana yang sifatnya jangka pendek. Alhasil, hal itu mempersulit negara ketika membutuhkan dana untuk infrastruktur.

"Biasanya pertama membutuhkan dana sangat besar dan kemampuan mengembalikannya butuh waktu sangat panjang, katakanlah 20 hingga 30 tahun. Oleh karena itu kemampuan Indonesia untuk mampu memupuk dana jangka panjang menjadi sangat penting," kata Menkeu.

2 dari 2 halaman

Penduduk RI Paling Suka Simpan Uang di Deposito

paling suka simpan uang di deposito

Di sisi lain, tercatat 80 persen dana masyarakat mengendap di perbankan, di mana mayoritas dananya dalam bentuk deposito jangka pendek. Sektor yang memiliki kemampuan mengakumulasi dana jangka panjang, misalnya industri asuransi, dana pensiun, kontribusinya dalam sektor keuangan Indonesia hanya 14 persen.

"Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kita, terutama KSSK, untuk terus mampu membangun sektor keuangan yang mampu mengumpulkan dan memobilisasi dana dalam jangka panjang yang kuat dan kredibel," jelas Menkeu.

Kendati begitu, Menkeu optimistis, Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan peranan pasar modal, sebagai salah satu sektor keuangan yang bisa menjadi intermediery atau perantara yang baik dan produktif.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Per Juni 2022, Investor Pasar Modal Tumbuh 3 Kali Lipat Dibanding 2019
LPS: Minat Menabung dan Investasi Masyarakat Meningkat dalam 2 Tahun
Sidang Doni Salmanan, Kuasa Hukum Sebut Para Korban Juga Pernah Untung dari Quotex
Stockbit Ajak Mahasiswa Ikut Kompetisi Trading Saham Virtual dari UNS, Solo
Ganjar Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Jateng Naik Tak Lepas dari Peran Petani
Menteri Bahlil Mulai Waspadai Dampak Ketegangan Antara China dan Taiwan
Pemerintah Waspadai Ketegangan China-Taiwan Ganggu Ekonomi RI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini