Kapan waktu paling tepat mulai investasi?

Jumat, 6 Maret 2015 07:06 Reporter : Novita Intan Sari
Kapan waktu paling tepat mulai investasi? investasi uang. shutterstock

Merdeka.com - Tidak dipungkiri lagi, minat masyarakat Indonesia untuk investasi masih sangat minim. Bahkan ada sebagian yang masih menyimpan uang mereka di bawah bantal.

Director of Business Development Manulife, Putut Endro Andanawarih menyayangkan kondisi ini. Menurutnya, investasi sangat penting bagi siapa saja, dan perlu dipersiapkan sejak dini. Hasil investasi memang tidak bisa langsung dirasakan tapi akan sangat berguna untuk masa depan.

Menurut Putut, untuk memulai investasi sangatlah mudah, tidak perlu harus memiliki dana yang berlebih asalkan memiliki niat. Apalagi saat ini sudah banyak instrumen investasi dalam berbagai bentuk, mulai dari termurah hingga memiliki tingkat pengembalian keuntungan yang signifikan.

"Kapan mulai investasi itu ya sekarang. Ini harus disadari siapkan investasi untuk masa depan mulainya dari sekarang. Sisihkan uang kita sedini mungkin, kalau nanti-nanti bakal hilang," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/3).

Saat ini terdapat kemudahan-kemudahan untuk menambah pengetahuan dan keyakinan akan pentingnya investasi. Tidak penting apapun pekerjaan, berapa pun penghasilan yang diperoleh. Investasi harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri untuk hidup di masa depan. "Misal investasi bentuk reksadana sebesar Rp 100 ribu bisa untuk menghitung masa depan," jelas dia.

Sayangnya, saat ini masyarakat masih saja berpikiran kalau investasi hanya untuk orang kaya dan kalangan atas. Padahal anggapan seperti itu salah besar, berapapun jumlah uang bisa investasi.

"Tapi jeleknya investasi selalu sisanya, pernah ada sisa tidak? Tidak pernah, harusnya begitu dapat langsung sisihkan, lalu investasi kan sisanya bisa hidup. Tetapi harus waspada kalau ada iming-iming instrumen yang kasih return tinggi, high risk high return. Kalau ada investasi pengembalian yang tinggi," ungkapnya.

Dia menyarankan, lebih baik para pekerja lepas memindahkan dananya ke instrumen investasi reksadana. Pasalnya, investasi tersebut merupakan alternatif jangka panjang dan 'murah meriah'.

"Kita lebih positif sendiri melihatnya. Tidak hanya bertumpu pada instrumen investasi yang tradisional, yaitu mengenal investasi yang sudah saya kenal kini, dapat loh dimanfaatkan," tutupnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. Tips Investasi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini