Kaleidoskop 2018: Pertemuan IMF-World Bank Bali, Momentum Unjuk Gigi RI Pada Dunia

Sabtu, 29 Desember 2018 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kaleidoskop 2018: Pertemuan IMF-World Bank Bali, Momentum Unjuk Gigi RI Pada Dunia Penutupan pertemuan IMF-World Bank.
4. Banjir Pujian dari Berbagai Pejabat Dunia

Merdeka.com - Bank Dunia (World Bank) menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi dunia yang tengah berkembang saat ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia dalam melewati berbagai krisis ekonomi yang telah terjadi.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membuat kemajuan signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan.

Dia mencatat, PDB per kapita Indonesia telah meningkat dari USD 785 pada 2000 menjadi lebih dari USD 3.800 pada 2017. Selain itu, tingkat kemiskinan di Indonesia telah berkurang hampir setengahnya, dari 19,1 persen pada 2000 menjadi 9,8 persen saat ini.

"Ini adalah kemajuan yang mengesankan, dan kami yakin negara ini dapat melanjutkan pertumbuhan ekonomi ini di tengah gejolak ekonomi yang terjadi baru-baru ini," ujar Kim di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Apa yang telah dilakukan Indonesia, menurutnya, sudah sesuai dengan misi kemajuan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Pemerintah dan sejumlah otoritas keuangan dinilai telah harmonis dalam membuat sebuah kebijakan.

Tak hanya Bank Dunia, Direktur Pelaksana International Monetery Fund (IMF), Christine Lagarde mengapresiasi peningkatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Dalam pandangan dia, Indonesia dapat menjaga ketahanan ekonomi di tengah ancaman perekonomian global.

"Untuk Indonesia, ada peningkatan signifikan, dan skor untuk Indonesia, excellent (luar biasa)," kata dia dalam Konferensi Pers.

Menurut dia, beberapa indikator perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja positif. Misalnya, pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) hingga dua kali lipat, turunnya angka kemiskinan, serta inflasi yang terkontrol.

"Anda lihat PDB naik lebih dari dua kali lipat, kemiskinan turun, inflasi terkontrol. Nilai tukar yang terdepresiasi begitu juga mata uang lainnya, Australia, Selandia Baru dengan kisaran serupa," jelas dia.

Prestasi Indonesia yang lain adalah solidnya sektor perbankan dan porsi utang terhadap PDB yang masih terjaga.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini