Kalah di Pengadilan Arbitrase, Bos Garuda Indonesia Ajukan Restrukturisasi ke Lessor

Jumat, 10 September 2021 15:52 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kalah di Pengadilan Arbitrase, Bos Garuda Indonesia Ajukan Restrukturisasi ke Lessor Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) menyatakan akan menjajaki skema restrukturisasi usai mengalami kekalahan dalam gugatan yang diajukan perusahaan penyewaan pesawat atau lessor di pengadilan arbitrase London Court of International Arbitration (LCIA).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Goshawk guna menjajaki kesepakatan terbaik dalam upaya penyelesaian kewajiban usaha perseroan di luar proses hukum yang berlangsung.

"Adapun upaya tersebut salah satunya dengan mempertimbangkan kemungkinan penjajakan skema restrukturisasi maupun strategi alternatif penunjang lainnya," kata Irfan dikutip dari Antara, Jumat (10/9).

Dia mengaku optimistis penjajakan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan terbaik bagi seluruh pihak khususnya dengan memperhatikan aspek keberlangsungan usaha di tengah tekanan kinerja industri penerbangan selama masa pandemi.

Perseroan memastikan seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal meski ada sejumlah gugatan dari pihak lessor.

"Kami sepenuhnya akan menghormati dan menyikapi secara bijak hal-hal yang telah ditetapkan LCIA dalam kewenangannya sebagai lembaga penyelesaian sengketa arbitrase internasional," pungkas Irfan.

2 dari 2 halaman

Putusan Pengadilan

Putusan arbitrase tersebut merupakan tindak lanjut dari gugatan lessor pesawat Helice Leasing S.A.S dan Atterisage S.A.S (Goshawk) terkait dengan kewajiban pembayaran sewa pesawat perseroan yang diajukan kepada LCIA pada awal tahun 2021.

LCIA menjatuhkan putusan arbitrase yang pada intinya perseroan diwajibkan untuk melakukan pembayaran rent atas sewa pesawat dan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian sewa pesawat, pembayaran bunga keterlambatan, serta pembayaran biaya perkara penggugat.

Saat ini, Garuda Indonesia sedang berupaya menyelesaikan gugatan hukum dengan sejumlah lessor melalui negosiasi kontrak sewa pesawat.

Adapun maskapai pelat merah ini tercatat memiliki perjanjian sewa pesawat dengan 31 lessor. [idr]

Baca juga:
Garuda Indonesia Siapkan Langkah Lanjutan Usai Kalah di Pengadilan Arbitrase London
Garuda Indonesia Kalah di Pengadilan Arbitrase London, Ini Tanggapan Kementerian BUMN
Jadi Pilot Wanita Maskapai Penerbangan Indonesia, Ini Potret Cantik Tania Artawidjaya
Garuda Indonesia Tawarkan Tes PCR dan Antigen Rp1 untuk Penumpang Terpilih
Rugi Garuda Indonesia Membengkak Jadi Rp12,8 Triliun di Semester I-2021
Bos Garuda Indonesia Optimis Jumlah Penumpang Meningkat di Semester II-2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini