KAI Resmi Operasikan Jalur Ganda Solo-Kedung Banteng

Selasa, 20 Agustus 2019 11:17 Reporter : Arie Sunaryo
KAI Resmi Operasikan Jalur Ganda Solo-Kedung Banteng PT KAI Operasikan Jalur Ganda Solo - Kedung Banteng. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan jalur ganda rel dari Stasiun Solo Jebres hingga Stasiun Kedung Banteng, di Kabupaten Sragen sepanjang 42 kilometer. Pengerjaan terakhir dilakukan dengan penyambungan rel yang menghubungkan Solo Jebres dengan Solo Balapan.

Kepala Balai Tehnik Perkeretaapian Kelas 1 Jawa Bagian Tengah, Bram Hertasning mengatakan, hari pengerjaan terakhir ruas Palur-Jebres sepanjang 4 kilometer. Dengan tersambungnya rel tersebut seluruh pengerjaan jalur ganda sepanjang 42 kilometer telah selesai.

"Hari ini langsung kita operasikan untuk Solo Kedung Banteng. Kereta api yang lewat pertama Sancaka rute Yogyakarta-Surabaya," ujar Hertasning, Selasa (20/8).

Pantauan di lokasi KA Sancaka melintas di jalur ganda sebelah barat Stasiun Jebres yang baru tersambung pukul 7.48 WIB dengan lancar. Puluhan pekerja nampak mengamati jalannya kereta api eksekutif tersebut.

Lebih lanjut Hertasning menyampaikan, mulai besok di wilayah Jawa Tengah, jalur ganda lintas selatan sudah beroperasi penuh. Ia berharap jalur tersebut bisa meningkatkan kapasitas operasi.

Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Arif Sudiyatmoko menambahkan, selain Solo - Kedung Banteng pihaknya juga sedang menyelesaikan jalur ganda antara Kroya hingga Kutoarjo. Diharapkan tahun ini jalur di bagian selatan barat Jawa Tengah tersebut segera selesai.

"Untuk segmen yang ini kita selesaikan hari ini. Untuk yang wilayah ke barat Kutoarjo - Kroya semua target selesai tahun 2019 ini," katanya.

Lebih lanjut Arief menyampaikan, tak ada kendala berarti dalam pembangunan jalur ganda tersebut. Keterlambatan material yang terjadi bisa diatasi dengan baik. Mendekati operasional, dikatakannya, semua harus dipastikan keamanannya, demikian juga persyaratan dan stadar teknik harus terpenuhi. Yakni melalui proses pengujian safety assessment dan rekomendasi teknis.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto mengemukakan, dengan selesainya jalur tersebut, wilayah Daop 6 khususnya lintas raya selatan semua sudah tersambung jalur ganda. Sehingga kecepatan maksimal kereta bisa diterapkan.

"Dampaknya untuk Daop 6, nanti kapasitas perjalanan KA bisa bertambah. Sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi kedepannya," pungkas Eko. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini