KAI Rancang Aturan Baru, Harga Tiket Kereta Berbeda Sesuai Lama Waktu Keberangkatan

Senin, 11 November 2019 15:42 Reporter : Merdeka
KAI Rancang Aturan Baru, Harga Tiket Kereta Berbeda Sesuai Lama Waktu Keberangkatan krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif atau harga tiket. Aturan baru ini akan membuat besaran tarif berbeda disesuaikan lama waktu sebelum hari keberangkatan.

Direktur Keu‎angan Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo mengatakan, KAI sedang merancang penerapan kebijakan tarif baru, yaitu besaran tarif disesuaikan dengan lama waktu keberangkatan.

"Nanti orang beli tiket 30 hari dengan 15 hari atau 5 hari itu harganya beda," kata Didiek di Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Didiek, untuk membatasi besaran tarif skana ada penetapan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB). Namun dia belum bisa menyebutkan untuk waktu penerapanya .

‎"Tapi nanti kan ada TBA dan TBB, kita akan kembangkan sekarang," tuturnya.

Didiek mengungkapkan, penerapan kebijakan tarif tersebut berdasarkan kajian KAI terhadap jumlah penumpang tida‎k banyak yang membeli tiket dari jauh hari.

"Sekarang kita menjual tiket itu 30 hari sebelum keberangkatan, bukan lagi 90 hari. karena kita kaji, orang yang beli tiket 90 hari sebelum itu nggak ada 50 persen, sehingga para penumpang maunya 30 hari sebelum. senangnya yang mendadak-mendadak gitu," tandasnya.

1 dari 1 halaman

KAI Beli 36 Lokomotif Baru

PT Kereta Api Indonesi (Persero) atau KAI akan moderinisasi lokomotif dan genset yang ramah lingkungan. Setidaknya, ada 36 unit yang siap dipesan untuk menggantikan kereta yang usianya sudah di atas 30 tahun.

Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo berkomitmen membangun industri transportasi yang sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan bakar yang mimim emisi, yaitu melalui pencampuran biodiesel 20 persen (B20). Hal ini katanya sesuai dengan program pemerintah.

"Green energy ready, artinya teknologinya sudah siap B20 sesuai program pemerintah," kata Didiek, di Jakarta, Senin (11/11/).

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, KAI akan menggunakan lokomotif dan genset kereta yang kompetibel menyerap bahan bakar B20. Dalam waktu dekat, ada 36 lokomotif yang sedang dipesan dan akan dioperasikan pada 2021.

"Kereta kita akan kita modernisasi, ke depan kereta kita nggak ada lokomotifnya (terpisah-pisah), sudah tersambung. Kita ke depan green energy kita ganti genset," tuturnya.

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. Kereta Api Indonesia
  2. BUMN
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini