KAI Mulai Antisipasi Kenaikan Penumpang saat Libur Natal dan Tahun Baru

Senin, 11 November 2019 16:17 Reporter : Merdeka
KAI Mulai Antisipasi Kenaikan Penumpang saat Libur Natal dan Tahun Baru kereta api. Merdeka.com

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur Natal dan tahun baru.

Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI‎), Edi Sukmoro mengatakan, KAI telah menerjunkan petugas untuk melakukan inspeksi jalur kereta. Ini perlu dilakukan untuk meminimalisir gangguan perjalanan.

"Pertama akan dipersiapkan inspeksi di jalur utara maupun selatan," kata Edi, di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Edi melanjutkan, KAI juga telah menyiapkan stasiun dan prasarana, untuk mengantisipasi peningkatan penumpang saat libur Natal dan tahun baru.

"Kesiapan stasiun-stasiun dan prasarananya‎," ujarnya.

Edi memperkirakan, kenaikan jumlah penumpang saat libur Natal dan tahun naik hingga 4 persen dari kondisi normal, hal ini menyesu‎aikan ketersediaan jumlah tempat duduk.

"Karena ketersediaan tempat duduk yang buat kenaikan," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Siapkan Skema Pembelian Tiket

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif atau harga tiket. Aturan baru ini akan membuat besaran tarif berbeda disesuaikan lama waktu sebelum hari keberangkatan.

Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo mengatakan, KAI sedang merancang penerapan kebijakan tarif baru, yaitu besaran tarif disesuaikan dengan lama waktu keberangkatan.

"Nanti orang beli tiket 30 hari dengan 15 hari atau 5 hari itu harganya beda," kata Didiek di Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Didiek, untuk membatasi besaran tarif skana ada penetapan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB). Namun dia belum bisa menyebutkan untuk waktu penerapannya .

"Tapi nanti kan ada TBA dan TBB, kita akan kembangkan sekarang," tuturnya.

Didiek mengungkapkan, penerapan kebijakan tarif tersebut berdasarkan kajian KAI terhadap jumlah penumpang tidak banyak yang membeli tiket dari jauh hari.

"Sekarang kita menjual tiket itu 30 hari sebelum keberangkatan, bukan lagi 90 hari. karena kita kaji, orang yang beli tiket 90 hari sebelum itu nggak ada 50 persen, sehingga para penumpang maunya 30 hari sebelum. senangnya yang mendadak-mendadak gitu," tandasnya. [idr]

Baca juga:
KAI Rancang Aturan Baru, Harga Tiket Kereta Berbeda Sesuai Lama Waktu Keberangkatan
KAI Beli 36 Lokomotif yang Bisa Serap Biodiesel 20 Persen
Bayar Utang dan Beli Kereta Baru, PT KAI Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun
Ketika Masinis dan Pegawai KAI 'Alih Profesi' jadi Guru SD di Garut
Mampukah Stasiun Manggarai Ambil Alih Peran Stasiun Gambir?
Rencana Pemindahan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai Dikritik, Ini Kata Kemenhub

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini