KAI: Masih Ada 1,7 Juta Tiket Kereta Mudik Lebaran 2019

Kamis, 11 April 2019 15:57 Reporter : Merdeka
KAI: Masih Ada 1,7 Juta Tiket Kereta Mudik Lebaran 2019 kereta api. Merdeka.com

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat bahwa dari data penjualan tiket KA reguler dan kereta tambahan mulai H-10 Lebaran 2019 telah terjual 1,1 juta kursi. Angka ini merupakan data terakhir pada 11 April pukul 06.00 WIB.

Dikutip Liputan6.com, Kamis (11/4), tiket kereta dalam masa angkutan Lebaran yaitu 26 Mei hingga 16 Juni 2019 yang masih tersedia sebanyak 1,7 juta kursi.

Secara lebih rinci, kereta reguler yang sudah terjual sebanyak 995.669 kursi atau sekitar 41,9 persen.

Sedangkan yang masih available sebanyak 1,3 juta kursi atau sekitar 58,1 persen. Masih untuk kereta reguler, kelas ekonomi masih tersedia 824.285 kursi, kelas bisnis 78.499 kursi dan kelas eksekutif 480.249 kursi.

Sementara untuk kereta tambahan, hingga pagi ini, sudah terjual 151.564 kursi atau sekitar 30,8 persen.

Sedangkan yang masih tersedia sebanyak 340.550 kursi atau sekitar 69,2 persen. Jika dilihat dari sisi kelas keretanya, untuk kereta tambahan kelas ekonomi masih tersedia 104.835 kursi, kelas bisnis 55.621 kursi dan kelas eksekutif 180.094 kursi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetap regulasi baru yang membatasi tarif batas atas dan bawah untuk besaran tarif tiket pesawat.

Hal ini dilakukan lantaran tingginya tarif tiket pesawat dari maskapai. Saat ditanya apakah mahalnya tiket pesawat berdampak pada peralihan penumpang ke kereta api, Managing Director of Commerce PT KAI, Dody Budiawan mengatakan, pihaknya perlu menganalisis terlebih dahulu.

"Jadi begini, saya belum punya penelitian hal ini. Saya belum lakukan cek data intinya. Saya enggak tau apakah hubungannya apakah pesawat tadi, tapi yang jelas penumpang kita memang naik, tiap tahun naik terus, pertumbuhannya tinggi," ujar dia di Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019.

Kendati begitu, dia menuturkan, permintaan tiket KAI dari tahun ke tahun memang menunjukkan kenaikan penumpang.

"Data tahun lalu 2018, itu setahun ada 420 juta penumpang dari sebelumnya sekitar 380 juta penumpang. Makanya kita selalu perbaiki layanan kita," ujar dia.

Dia pun berharap, semakin banyak generasi milenial yang tertarik menggunakan moda kereta api sebagai alternatif pilihan untuk traveling maupun pulang ke kampung halaman.

"Karena milenial mereka paling banyak lakukan perjalanan, traveling. Jadi kita akomodir sehingga mereka bisa merencanakan perjalananya dengan baik," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini