KAI bangun rel ganda di Sumatera Selatan

Senin, 9 Juni 2014 22:03 Reporter : Nurul Julaikah
KAI bangun rel ganda di Sumatera Selatan rel kereta latuharhary. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meresmikan 11 stasiun baru dan renovasi stasiun besar Kertapati serta jalur ganda di divisi regional III Sumatera Selatan. Pembangunan jalur anyar, untuk memenuhi kebutuhan angkutan logistik bagi perusahaan tambang di Sumatera Selatan.

Juru Bicara PT KAI Sugeng Priyono mengatakan dengan adanya jalur ganda dan 11 stasiun baru maka target penambangan angkutan hingga 55 juta ton per tahun akan tercapai. Pembangunan rel ganda, merupakan kerjasama KAI dengan PT Bukit Asam untuk meningkatkan jumlah angkutan dari 9,1 juta ton per tahun di tahun 2009 menjadi 22,7 juta ton per tahun di 2014.

Selain itu, perusahaan swasta juga melakukan kerjasama dengan PT KAI yaitu PT Batubara Alam Utama (BAU) dan PT Batubara Multi Sugih Sentosa (BMSS). Saat ini target produksi penambangan 3 juta ton per tahun, sehingga adanya kerjasama dalam penyediaan angkutan dapat meningkatkan produksi setiap tahunnya.

"PT KAI juga bekerjasama dengan PT Semen Baturaja untuk angkutan batu bara sebagai bahan bakar keperluan industrinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/6).

Untuk dapat melayani seluruh angkutan batu bara dengan target angkutan yang telah ditetapkan, PT KAI telah melakukan investasi untuk sarana angkut berupa lokomotif seri CC 205 sebanyak 55 unit dan gerbong terbuka KKBW sebanyak 1.970 gerbong.

Penambahan lokomotif khusus untuk angkutan batu bara milik PT BA dengan tujuan ke Tarahan Lampung dan gerbong datar PPCW untuk angkutan batu bara perusahaan swasta yang menggunakan kontainer dari Stasiun Suka Cinta ke dermaga di Palembang. Serta memindahkan lokomotif seri CC 204 dari Jawa ke Sumatera Selatan sebanyak 18 unit.

Kondisi prasarana jalan rel yang ada saat ini yang masih single track mengakibatkan kapasitas lintas yang sangat terbatas. Kapasitas Lintas antara Stasiun Prabumulih sampai dengan Stasiun Muaraenim hanya 39 KA sedangkan kebutuhannya minimal 72 KA, antara Stasiun Prabumulih sampai dengan Tarahan kapasitas lintas hanya 26 KA sedangkan kebutuhannya minimal 56 KA. [arr]

Topik berita Terkait:
  1. PT KAI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini