Kadin Soal Ahok Ditawarkan Gabung BUMN: Kita Yakin Itu Pasti yang Terbaik

Selasa, 19 November 2019 12:09 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kadin Soal Ahok Ditawarkan Gabung BUMN: Kita Yakin Itu Pasti yang Terbaik Anggota Kadin ikut Tax Amnesty. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, turut berkomentar mengenai tawaran kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Chandra Hamzah untuk menjadi direksi di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, keputusan itu sudah menjadi kewenangan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

Rosan menginginkan agar penunjukan keduanya juga tidak dibesar-besarkan yang pada akhirnya akan membuat gaduh di masyarakat. Dirinya pun mengajak semua masyarakat untuk berpikir positif, mengingat pemilihan dua nama tersebut sudah berdasarkan pertimbangan matang.

"Kalau saya bilangnya tuh berprasangka positif lah. Sudah lah saya yakin semuanya yang diseleksi yang ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN kita yakini itu pasti yang terbaik," katanya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (19/11).

Sebelumnya, pada Senin (18/9) Chandra Hamzah mendatangi Gedung Kementerian BUMN untuk bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Laiknya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Chandra Hamzah juga ditawari menjadi direksi di salah satu BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, Chandra Hamzah direncanakan mengisi salah satu posisi direksi BUMN di sektor keuangan, lebih tepatnya Bank BUMN.

"Beliau akan ditempatkan di perusahaan BUMN, dipastikan seperti itu. Posisinya apakah di direktur atau komisaris, tunggu tanggal mainnya. Sektornya keuangan," kata Arya.

Secara terang-terangan, Arya mengaku, Erick Thohir tidak akan berhenti di sini. Dirinya bakal mengundang banyak orang ataupun tokoh masyarakat untuk ditawari menjadi pimpinan BUMN.

Mengingat misi BUMN adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, nantinya, sosok pemimpin BUMN ini dipastikan akan memiliki integritas yang tinggi.

"Chandra Hamzah ini bisa mendorong perusahaan untuk mendukung visi misi pak Jokowi. Jokowi punya visi misi tertentu di bidang itu dan beliau akan menempati itu dan mempercepatnya," kata Arya.

"Kita harapkan (jika Ahok dan Chandra Hamzah masuk) nanti perusahaan ini di publik akan semakin baik imagenya. Akan banyak investor yang ikutan masuk," tambah dia.

1 dari 1 halaman

Luhut Soal Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok: Emang Dia Siapa

Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak bila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi bos PT Pertamina (Persero). Hal ini mendapatkan tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Emang dia siapa," kata dia, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut dia, masuknya Ahok ke dalam jajaran BUMN semestinya tidak perlu dipermasalahkan. Mengingat mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki kinerja baik.

"Kenapa masalah. Kalau orang baik jadi kan itu saya lihat ada komentar-komentar against Ahok," ujarnya.

Selain Ahok, mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah juga dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Laiknya Ahok, Chandra Hamzah juga ditawari menjadi direksi di salah satu BUMN.

Terkait kabar tersebut masih enggan berkomentar. "Gimana saya komentar, saya tidak tahu," ujar dia.

Terkait tugas lama Chandra sebagai Wakil Ketua KPK, Luhut tidak pun tidak mempermasalahkannya. "Kan kami semua KPK terlibat sekarang di tempat kami ini, mau investasi kan supaya pencegahan," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Alasan di Balik Pemangkasan Eselon BUMN Oleh Menteri Erick Thohir
Luhut Soal Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok: Emang Dia Siapa
Tjahjo Kumolo: Perampingan Birokrasi Ide Kementerian BUMN
Kepala BNPT Soal Radikalisme di BUMN: Polisi Saja Ada
Sepak Terjang Erick Thohir di BUMN, Mulai dari Panggil Ahok Hingga Hapus Eselon I
Erick Thohir 'Sapu Bersih' Semua Eselon 1 Kementerian BUMN
Eks Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah Bakal Jadi Petinggi Bank BUMN

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini