Kadin: Penggunaan gas ciptakan tenaga kerja baru & tingkatkan pajak

Kamis, 8 September 2016 14:40 Reporter : Hana Adi Perdana
Kadin: Penggunaan gas ciptakan tenaga kerja baru & tingkatkan pajak Pembangunan pipa gas PGN. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani menilai pemerintah harus fokus dalam membangun infrastruktur gas dalam menjaga ketahanan energi untuk kepentingan industri. Menurutnya, jika hal itu dilakukan, maka masyarakat dan pemerintah akan merasakan efeknya.

"Dalam pemakaian energi untuk kepentingan industri. Maka dari itu gas menjadi kebutuhan yang perlu dibangun secara efisien," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (8/9).

"Gas harus menjadi economic driver untuk pertumbuhan industri kita, supaya multiplier efek kita bisa keliatan. Memang secara pendapatan negara akan turun tapi multiplier efeknya untuk pembangunan industri, penciptaan tenaga kerja baru, pendapatan dan perpajakan akan meningkat," tambahnya.

Tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur gas, pemerintah juga diminta membangun industri prioritas dengan mengedepankan penggunaan energi yang efisien dan ramah lingkungan.

"Dari total energi yang ada di Indonesia ini 45 persen ini dipakai industri. Kalau kita telaah lagi pemakaiannya oleh gas, batubara, listrik, dan lain lain, bahwa dari industri itu batubara mendominasi. Kalau dulu memang tahun 90-an BBM, sekarang sudah batubara yang mendominasi sekitar 46 persen dari total industri kita. Kemudian 25 persen gas, BBM dan energi yang lain sisanya. Itu harus kita tekan dengan penggunaan gas agar lebih efisien dan ramah lingkungan," tuturnya.

Dirinya memprediksi jika hal itu bisa dilakukan pemerintah, maka pada 2030 mendatang penggunaan gas untuk industri akan semakin besar. Dampaknya, industri akan semakin bergairah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik.

"Gas akan jadi yang terbesar pada 2030 nanti dan gas ini memang jangan dilihat sebagai revenue untuk pemerintah. Jadi hal seperti itu yang harus diubah. Yang tadinya revenue untuk negara kemudian menjadi economic driver untuk kepentingan industri dan kepentingan yang lebih besar," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini