Kadin Ingatkan Pentingnya Pemanfaatan Bonus Demografi Raup Peluang di Era Digital

Kamis, 7 November 2019 13:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra, Rasyid Ali
Kadin Ingatkan Pentingnya Pemanfaatan Bonus Demografi Raup Peluang di Era Digital Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani. ©2019 Liputan6.com/Athika Rahma

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar Dialog Nasional Ekonomi Kreatif di Hotel Sultan, Jakarta. Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani, menilai Indonesia harus dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi dengan jumlah angkatan kerja usia muda yang tinggi.

Dia bilang, saat ini sangat penting mencetak SDM yang punya keterampilan di bidang teknologi serta industri kreatif guna menyambut peluang besar di era ekonomi digital.

"Saat ini jumlah penduduk usia produktif kita begitu besar dan kita harus mempersiapkan mereka agar menjadi SDM yang terampil, siap menjawab tantangan ekonomi digital, bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya dalam acara, Kamis (7/11).

Roeslan pun merujuk pada hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google, Temasek dan Bain Company yang mencatat tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia melaju pesat.

"Transformasi ekonomi Indonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis bagi Asia Tenggara. Tahun ini pun diprediksi internet ekonomi Indonesia mencapai USD 40 miliar," ucapnya.

Dia menambahkan, riset terbaru itu juga melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai 49 persen. Paling pesat di Asia Tenggara dengan potensi hingga USD 133 miliar pada 2025.

"Pertumbuhan ekonomi digital itu mencakup lima sektor, yaitu e-commerce, media daring, transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital," tuturnya.

1 dari 2 halaman

Pentingnya Ekonomi Kreatif Sebagai Pendukung Kesejahteraan Masyarakat

Waketum Kadin Bidang Industri Kreatif, Erik Hidayat mengatakan, saat ini industri kreatif semakin penting untuk dikembangkan sebagai upaya mendukung kesejahteraan dan perekonomian nasional.

"Kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan bahwa industri abad ke-21 akan sangat tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi," ucapnya.

Dia memaparkan, ekonomi kreatif dibagi ke dalam 16 subsektor. Diantaranya arsitektur, desain, interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi video, fotografi periklanan, kerajinan, kuliner, musik, pengembangan aplikasi dan permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan dan seni rupa.

Erik menambahkan, berdasarkan catatan Kadin pada 2017, ekonomi kreatif menyumbang PDB sebesar Rp1.000 triliun, di 2018 meningkat Rp1.105 triliun, dan diprediksi bertumbuh Rp1.211 triliun di 2019. Dari angka itu, ada tiga subsektor unggulan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi yakni kuliner, fashion, dan kriya.

"Sedangkan film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas," kata dia.

Erik melanjutkan, selain fokus pada industri kreatif berbasis teknologi, saat ini pihaknya juga fokus pada pengembangan industri berbasis design, media, elektronik, dan budaya. Dia berharap, dengan SDM yang unggul ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru.

Untuk mencapai itu, baik dunia usaha dan pemerintah harus bekerjasama menciptakan terobosan-terobosan yang bisa diterapkan oleh semua pemangku kepentingan. "Agar ekonomi kreatif bisa diandalkan menopang perekonomian nasional di masa kini dan masa-masa mendatang," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Menpar Wishnutama Minta Bogor Kawinkan Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, menilai potensi pariwisata di Kabupaten Bogor, harus bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Potensi wisata Kabupaten Bogor ini luar biasa. Tinggal bagaimana Pemkab Bogor mengemasnya agar mampu menarik wisatawan," kata Wishnutama.

Menurutnya, potensi wisata ini bisa dikolaborasikan dengan sektor olahraga, yang bisa menjadi salah satu pengembangan ekonomi kreatif, sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat.

"Ke depan, ekonomi kreatif bukan hanya bisa dirasakan oleh orang perkotaan. Tapi juga dirasakan desa di pelosok daerah. Dalam pengembangan pariwisata, Kabupaten Bogor juga harus menarik minat wisatawan mancanegara," katanya.

Sementara Bupati Ade Yasi menjelaskan, bahwa Kabupaten Bogor memiliki segudang potensi di bidang olahraga dan pariwisata hingga dia berani membranding Kabupaten Bogor sebagai The City of Sport and Tourism.

Beberapa potensi pariwisata Kabupaten Bogor seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata pendidikan, wisata budaya, Geopark Pongkor dan wisata buatan lainnya.

Sedangkan fasilitas olahraga bertaraf internasional seperti Stadion Pakansari, Pakansari Sport Climbing, Venue Laga Tangkas, Sirkuit Internasional Sentul, 11 lapangan golf bertaraf internasional, serta venue Paralayang di Puncak Cisarua.

"Kami terus melakukan pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, eksplorasi destinasi baru melalui event-event olahraga baik prestasi maupun rekreasi serta Festival Budaya bertaraf internasional," kata Ade Yasin.

Dia berharap pengembangan pariwisata Kabupaten Bogor membuahkan hasil yang manis seperti yang telah dia targetkan, yaitu meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari 7,3 juta orang per tahun menjadi 10 juta orang per tahun pada 2023.

[bim]

Baca juga:
Kisah Wanita Palestina Jadi Pengusaha Sabun Organik di Gaza
Ada Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif di Pemerintahan Jokowi, Ini Fungsinya
Dukung Industri Kreatif, Panasonic Kembali Gelar PYFM 2019
Jual Saham, Manoj Punjabi Sebut Kondisi Keuangan MD Pictures Masih Stabil
Tips Sukses Ala Ridwan Kamil untuk Tetap Produktif di Industri Kreatif
Menengok Pembuatan Miniatur Sarung Tinju di Bogor
Undang-Undang Ekonomi Kreatif Bakal Disahkan Agustus Mendatang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini