Jutaan Masyarakat Kelas Menengah Asia Tenggara Masuk Jurang Kemiskinan

Jumat, 16 Oktober 2020 08:00 Reporter : Merdeka
Jutaan Masyarakat Kelas Menengah Asia Tenggara Masuk Jurang Kemiskinan Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pandemi virus corona melumpuhkan ekonomi dunia dan menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara itu, banyak juga yang bertahan di pekerjaan, namun mengalami penurunan penghasilan. Salah satunya negara-negara di Asia Tenggara yang harus menghadapi kemunduran besar dalam perekonomian masyarakatnya.

Dilansir dari South China Morning Post, Filipina adalah negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara. Efek berkepanjangan dari lockdown telah menghancurkan perekonomian masyarakat setempat. salah satunya warga Manila, Jenn Pinon (35) yang menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di gelar seni rupa yang diharapkan dapat membuatnya aman secara finansial.

Namun tak disangka, dia diputus kontrak sebagai desainer grafis. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia rela beralih profesi jadi penjual telur secara online. Dia juga tinggal di unit kondominium tak terpakai milik temannya untuk menekan biaya hidup.

"Saya sama sekali tidak mengharapkannya. Saya harus berterima kasih kepada Tuhan karena dia memberi saya cukup tabungan untuk saat ini. Semoga saja ini bertahan." kata Jenn Pinon.

Kawasan Asia Tenggara kemungkinan akan menempati urutan kedua di belakang anak benua India dalam memetakan jumlah orang miskin baru di Asia tahun ini. Sebab, jutaan orang kehilangan pekerjaan. Hal dikatakan Ramesh Subramaniam, direktur jenderal Asia Tenggara di Bank Pembangunan Asia (ADB) di Manila.

Kurangnya permintaan konsumen, kebangkrutan yang akan datang, dan social distancing akan terus mengganggu pertumbuhan pasar, menurut Priyanka Kishore, seorang ekonom di Oxford Economics.

"Secara keseluruhan, ini menunjukkan pemulihan yang panjang dan berlarut-larut," katanya.

"Kami memperkirakan PDB Asia Tenggara menjadi 2 persen di bawah garis dasar sebelum Covid bahkan pada tahun 2022."

Baca Selanjutnya: Kemiskinan di Indonesia...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini