Jurus Menperin Airlangga Genjot Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Industri

Rabu, 8 Mei 2019 14:41 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jurus Menperin Airlangga Genjot Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Industri Menperin Airlangga. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,07 persen pada kuartal I 2019. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), angka ini naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 5,06 persen.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menggenjot kinerja ekonomi, terutama sektor manufaktur yang berada di bawah tanggung jawab dia. Kemenperin katanya juga menyiapkan beberapa sektor 'jagoan' yang berkontribusi besar pada perekonomian.

"Ini kita terus dorong kalau kita lihat berbagai sektor, misalnya tekstil itu pertumbuhannya tinggi, mendekati 18 persen. Demikian pula sektor kertas, kemudian sektor-sektor yang menjadi unggulan itu tumbuhnya 3 kali dari (Pertumbuhan Ekonomi)," kata dia saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (8/5).

Tak hanya itu, investasi juga akan terus didorong guna menggenjot perekonomian. Dia mengatakan beberapa sektor industri prioritas Kemenperin, seperti tekstil maupun makanan dan minuman (mamin) merupakan sektor yang diminati investor.

"Hilir kita bicara hilir. Kalau kita lihat investasi utama dari kawasan industri, balik lagi tekstil, makanan dan minuman. Apa yang diprioritaskan kementerian memang itu yang diminati investor," jelas Airlangga.

Apalagi, kinerja investasi di Indonesia diprediksi mengalami peningkatan pasca perhelatan pemilu tahun 2019. "Memang pasca Pileg Pilpres itu setiap lima tahunan investasinya melonjak," tandasnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah telah menargetkan Indonesia bakal menjadi ASEAN manufacturing hub pada tahun 2025. "Beberapa industri seperti otomotif, farmasi, biokimia yang kemarin juga tumbuhnya double digit itu diharapkan bisa menjadi hub di ASEAN, karena kita punya domestic market," ujar dia.

"(Strateginya?) Kembali lagi kita digitalisasi ekonomi," imbuhnya.

Dengan demikian Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara industri di dunia, seperti Jerman dan Korea Selatan. Menurut dia, jika menilik kontribusi manufaktur terhadap PDB, maka sektor manufaktur Indonesia hampir setara Jerman.

Diketahui, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar kepada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 20,07 persen pada triwulan I tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut naik dibanding capaian sepanjang tahun 2018 sebesar 19,86 persen.

Dengan begitu, Indonesia hampir sejajar dengan Jerman, yang kontribusi sektor manufakturnya berada di angka 20,6 persen. Sementara itu, posisi teratas ditempati China (28,8 persen), disusul Korea Selatan (27 persen) dan Jepang (21 persen).

Saat ini, negara-negara industri di dunia, kontribusi sektor manufakturnya terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17 persen. Mereka itu antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Prancis, Kanada dan Inggris.

"Saat sekarang kita sudah setara dengan Jerman. Jadi kontribusi manufaktur terhadap PDB-nya 20 persen," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini