Jurus Manajemen Agar Penyaluran Insentif Kartu Prakerja Bisa Lebih Cepat

Kamis, 20 Mei 2021 21:30 Reporter : Merdeka
Jurus Manajemen Agar Penyaluran Insentif Kartu Prakerja Bisa Lebih Cepat Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) bekerjasama dengan Cyrus Network sebagai lembaga survei professional di luar manajemen untuk melakukan survei terhadap 2.000 responden penerima program Kartu Prakerja. Hasilnya diperoleh sebanyak 83,6 persen mengatakan insentif diterima tepat waktu. Namun sisanya 15,4 persen menyatakan tidak setuju atau insentif terlambat disalurkan.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, keluhan peserta kartu prakerja pada tahun 2020 tentang lambatnya pencairan insentif sudah diperbaiki dengan implementasi sistem front loading. Hal ini untuk menghindari kendala-kendala teknis yang kerap terjadi pada proses pencairan insentif.

"Jadi pelaksanaan prakerja 2021 akan lebih cepat pembayaran insentifnya. Karena sekarang menggunakan strategi front loading, jadi jika dijadwalkan dapat insentif tanggal 25 kita akan berusaha transfer pada minggu pertama. Agar peserta segera mendapatkan insentif," kata Denni Puspa Purbasari di Jakarta, Kamis (20/5).

Selain itu, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga akan meningkatkan edukasi tentang sisa saldo pelatihan yang harus dihabiskan peserta. Karena sisa saldo tersebut akan diambil kembali ke kas negara.

Menurut hasil survei, hanya 54,7 persen penerima program yang mengambil pelatihan kedua, 45,4 persen tidak mengambilnya. Alasannya ada 29,1 persen mengaku tidak cukup punya waktu luang, 14,9 persen menyatakan sudah merasa cukup dengan pelatihan yang diambil, 12 persen mengaku tidak tahu kalau sisa saldo bisa bisa digunakan untuk pelatihan lagi, 9,3 persen tidak ingin ambil pelatihan lagi dan 6,7 persen tidak tahu jika bisa mengambil pelatihan kedua.

"Kita akan memperbaiki dan meningkatkan edukasi kita tentang saldo pelatihan. Jadi saldo pelatihan tidak bisa diuangkan dan harus dihabiskan, Rp 50 sisa saja diambil Bu Sri Mulyani (Kementerian Keuangan) ," kata Denni Pupa Purbasari.

Baca Selanjutnya: Kembangkan Fitur Rekomendasi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kartu Prakerja
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini