Jurus Kementan Bikin Sawah Tetap Berproduksi Saat Kemarau Ekstrem

Senin, 8 Juli 2019 12:35 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jurus Kementan Bikin Sawah Tetap Berproduksi Saat Kemarau Ekstrem Ilustrasi sawah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Informasi peringatan dini BMKG menyatakan tahun ini berpotensi kemarau ekstrem sampai dengan bulan September, dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, musim kemarau sesungguhnya tidak semata berdampak negatif. Sebab pada potensi peningkatan produksi terutama di lahan rawa.

"Di daerah rawa yang airnya justru surut ini untuk membuat surplusnya makin besar, produktivitas makin baik. Karena kemarau ini merupakan momentum fotosintesis terbaik waktunya lama," kata dia, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/7).

"Jadi kami ingin membalik paradigma, kalau kekeringan luas tanahnya menurun, kita mau justru meningkat karena ada potensi rawa yang bisa kita gunakan," lanjut dia.

Kepada dinas di wilayah-wilayah dengan curah hujan yang masih tinggi, seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, diharapkan dapat melakukan berbagai akselerasi program pertanian. "Untuk dilakukan akselerasi padi gogo, jagung dan kedelai. Tidak boleh tanahnya kosong," ujar dia.

Dia pun menegaskan bahwa sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang terdampak kekeringan metereologis, sesungguhnya masih dapat berproduksi. Asalkan pasokan air mencukupi.

Karena itulah, pihaknya bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I dan Jasa Tirta II untuk menyediakan pasokan air yang cukup di ketiga daerah tersebut. "Di sini kami mengundang dari Perum Jasa Tirta I wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jasa Tirta II, Jawa Barat," urai dia.

"Ini yang merah-merah ini kekeringan metereologis. Tapi kalau dia punya air terutama dari PJT I dan PJT II, maka justru musim kemarau ini adalah ideal time untuk menggenjot produksi. Jadi mohon PJT I dan PJT II tolong dipastikan bantulah ini diatur pengelolaannya," ujar dia.

Pihaknya akan menggandeng pihak terkait, untuk mendirikan posko untuk melakukan patroli kekeringan. Posko ini akan didirikan di daerah yang terdampak kekeringan maupun yang berpotensi mengalami kekeringan.

"Ini pekerjaan operasional, tadi pagi Pak Menteri menelpon saya intinnya Posko untuk patroli kekeringan dan perluasan LTT (Luas Tambah Tanam) dimohon dibentuk di tiap kabupaten, baik yang terdampak maupun yang potensi perluasan," tegasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini