Juli 2020, Utang Luar Negeri Sektor Swasta Turun Menjadi USD 207,9 Miliar

Selasa, 15 September 2020 12:31 Reporter : Anisyah Al Faqir
Juli 2020, Utang Luar Negeri Sektor Swasta Turun Menjadi USD 207,9 Miliar Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan utang luar negeri (ULN) sektor swasta pada Juli 2020 tumbuh 6,1 persen atau sebesar USD 207,9 miliar. Melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,3 persen (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko menjelaskan hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan kontraksi ULN lembaga keuangan (LK).

"ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 207,9 miliar," kata Onny dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (15/9).

ULN PBLK tumbuh 8,7 persen (yoy), melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 11,5 persen (yoy). Sementara itu, ULN LK terkontraksi 2,2 persen (yoy), sedikit meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,9 persen (yoy).

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan. Total ULN dari berbagai sektor tersebut yakni mencapai 77,2 persen dari total ULN swasta.

Meski begitu, Onny mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Sebab didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Juli 2020 sebesar 38,2 persen. Meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4 persen.

Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,1 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Tentunya hal ini didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan. Caranya dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini