Jonan ke Deputi SKK Migas: Jangan Salahkan Alam Penyebab Produksi Migas Tak Tercapai

Kamis, 19 September 2019 17:20 Reporter : Merdeka
Jonan ke Deputi SKK Migas: Jangan Salahkan Alam Penyebab Produksi Migas Tak Tercapai Menteri ESDM Ignasius Jonan melantik tiga orang pejabat struktural. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan melantik tiga orang pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pejabat tersebut terdiri dari satu orang pejabat promosi di SKK Migas yaitu Julius Wiratno mengisi jabatan Deputi Operasi SKK Migas, satu orang pejabat rotasi Setara Eselon III yaitu Taufiq Martakusuma menjabat sebagai Kepala Bidang Penatausahaan Barang Milik Negara.

Satu orang alih jabatan setara Eselon III yaitu Roy Rassy Fay M.Bait sebagai Kepala Bagian Umum dan Hukum Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM.

Khusus untuk Deputi SKK Migas yang baru, Jonan ‎meminta pencapaian produksi dan lifting migas sesuai dengan target Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

‎"Saya minta kepala SKK Migas dan jajarannya terkait operasi cuma dua produksinya itu harus sesuai dengan target, lifting harus sesuai dengan apa yang diputuskan APBN. Baik minyak dan gas," kata Jonan saat melantik tiga pejabat tersebut di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (19/9).

Jonan menegaskan tidak ingin ada penghentian kegiatan produksi migas yang tidak terencana (unplan shutodown), sehingga dapat membuat produksi migas terganggu dan target tidak tercapai.

‎"Itu alasan paling buruk. Biasanya saya ngomel kalau ada itu, tapi ini sudah jauh berkurang. Kalau KKKS ajukan (laporkan) permohonan ke saya saya (unplanned shutdown) kurang suka, saya tidak mengenal unplanned shutdown. Saya besar di transportasi, kalau pesawat terbang jatuh karena unplanned shutdown itu banyak yang jatuh. Buat saya no kompromi," tuturnya.

Jonan menyatakan, rencana kegiatan produksi migas harus dijalankan, dia pun tidak ingin cuaca sebagai alasan kendala rencana tersebut tidak bisa dilakukan.

"Gelombang tinggi cuaca dan lain-lain, alam ini ada sebelum kita semua sebelum manusia lahir. Itu alam sudah ada jadi tidak boleh salahkan alam," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini