Jokowi Ungkap PPKM Darurat Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Rabu, 24 November 2021 14:50 Reporter : Sulaeman
Jokowi Ungkap PPKM Darurat Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Jokowi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2021 yang tidak secantik kuartal sebelumnya. Di mana realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 hanya mencapai 3,51 persen secara year on year (yoy), dibandingkan kuartal II-2021 yang meroket sebesar 7,07 persen secara yoy.

Presiden Jokowi menyatakan, penurunan laju pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga tahun ini akibat dari penerapan PPKM Darurat di Juli lalu. Akibatnya aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat berhenti total.

"Kenapa (pertumbuhan ekonomi) bisa turun dari kuartal kedua ke kuartal tiga?. Kita ingat, bulan Juli kita PPKM Darurat satu bulan penuh kita rem total. Ini karena peristiwa varian delta yang tidak kita sangka-sangka," bebernya dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).

Meski sempat seret, Presiden Jokowi optimis realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2021 bakal lebih moncer dari kuartal ketiga yang lalu. Hal ini sejalan dengan kian longgarnya penerapan kebijakan pembatasan sosial seiring melandainya kasus harian Covid-19 di Indonesia.

"Selain itu, kita lihat aktivitas ekonomi di urusan konsumsi, indeks keyakinan konsumen (IKK) sudah normal kembali seperti sebelum pandemi. Kemudian, retail and sales index juga mulai merangkak naik seiring dengan pelonggaran mobilitas dan kenaikan mobilitas. Angka-angka seperti yang penting kita baca untuk melihat prospek," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III dan IV akan Terdampak PPKM

pertumbuhan ekonomi kuartal iii dan iv akan terdampak ppkm rev1

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewaspadai pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV-2021 akan terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pertumbuhan ekonomi tercatat sempat membaik di kuartal II yaitu mencapai 7,07 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II-2021 sebenarnya 7,07 persen. Namun kita terus waspada pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan kuartal IV 2021 akan mengalami dampak kebijakan PPKM yang kita lakukan," ujar Presiden Jokowi, Jakarta, Selasa (31/8).

Presiden Jokowi mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi yang membaik pada kuartal lalu, inflasi juga relatif terjaga. Adapun inflasi tercatat berada pada level 1,5 persen. Berbeda dari beberapa negara lain yang mengalami lonjakan inflasi.

"Inflasi juga relatif terkendali masih relatif terjaga di 1,5 persen. Amerika Serikat yang biasanya 0,5 persen sekarang berada di angka 5,4 persen. Jerman juga di angka 3,5 persen biasanya di bawah 1 persen," katanya.

Dari sisi ekspor Indonesia juga di kuartal II mengalami kenaikan sebesar 31,8 persen, konsumsi masyarakat pada periode yang sama berada di 5,9 persen. Investasi sangat baik tumbuh 7,5 persen.

"Indeks kepercayaan pemerintah naik dari 97,6 menjadi 115,6. Kita harus mampu memanfaatkan momen ini untuk transformasi ekonomi dan kita harus mampu mengubah ketergantungan dari sektor konsumsi ke transformasi ke produksi," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Jokowi: Kita Optimistis Menyongsong 2022, tapi Harus Tetap Bertindak Hati-Hati
Bank Indonesia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,5 Persen
Menko Luhut Ramal Ekonomi RI Tumbuh 4 Persen di 2021, Lebih Baik dari Banyak Negara
Kemenkeu: Rating Terbaru dari Fitch Tumbuhkan Optimisme Pemulihan Ekonomi
Realisasi Pendapatan Negara Naik 18,2 Persen
Strategi Menteri Bahlil Capai Target Investasi 2022 Rp1.200 T
Dirut BNI Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen di 2022, Ini Faktor Pemicunya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini