Jokowi Ungkap Cara Indonesia Mampu Tangkal Berbagai Dampak Krisis

Jumat, 22 Oktober 2021 11:56 Reporter : Merdeka
Jokowi Ungkap Cara Indonesia Mampu Tangkal Berbagai Dampak Krisis Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan logo baru dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berharap MES mampu membangun ekonomi inklusif yang bisa memberdayakan masyarakat ke depannya.

"Saya menaruh harapan besar ke MES untuk jadi jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan seluruh masyarakat ekonomi syariah, untuk membangun ekosistem ekonomi syariah di negara kita Indonesia untuk membangun ekonomi inklusif yang bisa memberdayakan dan mampu bertahan menghadapi berbagai macam krisis," tutur Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Logo MES, Jumat (22/10).

Diketahui, logo baru MES terlihat memadukan warna abu-abu pada huruf 'M' dan 'E', sementara 'S' berwarna hijau muda. Terlihat di sudut kanan atas huruf 'S' ada sedikit tambahan seperti dua daun yang saling berdekatan.

"Pagi ini secara resmi saya luncurkan logo baru Masyarakat Ekonomi Syariah," katanya.

"Selamat hari santri, selamat berkontribusi untuk kemajuan negeri," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi berharap MES mampu jadi jembatan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Satu caranya dengan membangun ekonomi inklusif yang bisa memberdayakan ke depannya.

Sebagai organisasi keumatan yang dipimpin Erick Thohir, Presiden Jokowi berharap MES bisa menjadi lokomotif ekonomi syariah yang menyentuh umat secara langsung.

"Sebagai organisasi keumatan MES diharapkan jadi lokomotif ekonomi syariah yang membumi yang menyentuh ekonomi umat secara langsung, yang melahirkan lebih banyak wirausaha dari kalangan santri yang menggerakkan ekonomi yang inklusif," katanya.

2 dari 2 halaman

Lebih Banyak Wirausahawan

wirausahawan

Dengan demikian, dia menekankan, berbagai pihak yang terlibat harus mampu mendorong lebih banyak munculnya entrepreneur dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren. Dia menyebut orientasi santri saat ini tak lagi sebagai pencari kerja, namun harus mampu memberikan peluang pekerjaan.

"Peran pendidikan pesantren maupun madrasah sangat strategis mencetak lulusan yang inovatif dan berkewirausahaan. Mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja dan jadi wirausahawan sosial yang sukses," katanya.

Kendati begitu, Presiden Jokowi mengingatkan pertumbuhan wirausahawan yang cukup bersemangat ini perlu diikuti dengan inklusi keuangan, dukungan akses pembiayaan ini dipandang penting untuk tumbuhnya entrepreneur baru.

"Maka pemerintah punya beberapa skema, Mekaar, KUR, bank wakaf mikro, dan saya berharap pesantren dan santri bisa manfaatkan program ini dengan baik sehingga bisa berperan dalam memperkuat ekonomi umat," katanya.

Terakhir, dia juga menekankan peran penting dari transformasi digital. Tujuannya agar pelaku usaha skala mikro hingga menengah bisa menjadi pemain utama di industri di tingkat global.

"Kita harus terus mendorong usaha mikro, kecil, menengah untuk go digital, masuk toko online, masuk marketplace, e-commerce, dan bisa masuk ke supply chain nasional maupun global, dan jadi pemain utama industri tingkat global," katanya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Wapres Maruf Amin: Tahun Ini Momentum Kebangkitan Pesantren dan Keuangan Syariah
Di hadapan Jokowi, Erick Thohir Beberkan Dukungan MES Untuk Santri
Wapres Maruf Amin Yakin Indonesia Bisa Jadi Pemain Kunci Keuangan Syariah Dunia
Erick Thohir: Masyarakat Ekonomi Syariah Sudah Dibuka di 7 Negara
Erick Thohir: Pertumbuhan Ekonomi Syariah Lebih Tinggi di Bawah BSI
Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia
Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Manfaatkan Pasar Produk Halal Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini