Jokowi terancam minim modal, PDIP serang politik anggaran SBY

Senin, 22 September 2014 14:05 Reporter : Ardyan Mohamad
Jokowi terancam minim modal, PDIP serang politik anggaran SBY PDIP. Merdeka.com

Merdeka.com - Fraksi PDI Perjuangan terus mempersoalkan pengelolaan subsidi Bahan Bakar Minyak ( BBM) pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, politik anggaran yang dijalankan dinilai berpotensi mengikis modal pemerintahan mendatang yang disokong partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Dolfie O.F Palit, Anggota badan Anggaran DPR-RI dari Fraksi PDI-P, mengecam pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung (CT) yang menyebut bahwa pemerintah hanya akan memaksimalkan kuota BBM subsidi yang ditetapkan sebesar 46 juta kiloliter dalam APBN Perubahan 2014.

Alih-alih menaikkan harga BBM subsidi, SBY justru akan menggeser beban anggaran (carry over) subsidi BBM sekitar Rp 45 triliun ke pemerintahan mendatang. Mengingat, Pertamina mengalkulasi bakal ada kekurangan pasokan BBM subsidi sekitar 1,35 juta kiloliter.

"Pernyataan menteri seperti apa itu? Tanggung jawabnya di mana? Jangan-jangan penerimaan negara juga dihabiskan pada pemerintahan SBY. Artinya pemerintahan baru modalnya apa?" kata Dolfie saat ditemui di ruang Badan Anggaran DPR-RI, Jakarta, Senin (22/9).

Di sisi lain, Dolfie belum bisa memastikan apakah akan mendukung penuh penaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan pengalaman, kemiskinan bertambah kala harga BBM subsidi dinaikkan pada 2005, 2008, dan 2013. "Kita terus melakukan kajian apakah ini layak dinaikkan sekarang."

Menurut Dolfie, fraksinya berupaya agar presiden SBY mewariskan modal yang cukup bagi penerusnya melanjutkan pemerintahan.

"Kita tidak tahu kas yang kotaknya besar (APBN) itu kosong atau enggak. Kita lihat ruang fiskal yang ditinggalkan SBY seperti apa," katanya.

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat M. Ikhsan Modjo mengungkapkan, Presiden SBY sebenarnya tahu peningkatan konsumsi berpotensi membuat kuota BBM subsidi 46 juta kiloliter jebol. "Tapi Pak SBY bilang bisa dialokasikan dana untuk tambal penambahan itu untuk penuhi kebutuhan BBM subsidi sampai akhir tahun," kata Ikhsan. [yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini