Jokowi Teken Perpres Pendanaan Pengadaan Tanah Proyek Strategi Nasional

Jumat, 22 Mei 2020 13:11 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Teken Perpres Pendanaan Pengadaan Tanah Proyek Strategi Nasional Presiden Jokowi. ©2017 Biro Pers Istana

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 66 tahun 2020 tentang pendanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional. Perpres tersebut berlaku pada tanggal 19 Maret 2020.

"Menetapkan tentang pendanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional," dalam Perpres nomor 66 tahun 2020.

Dalam Perpres tersebut menjelaskan alokasi dana pengadaan tanah bersumber dari investasi pemerintah. Yaitu anggaran yang telah dicairkan dari rekening kas umum negara.

"Pada saat peraturan Presiden berlaku alokasi dana pengadaan tanah yang bersumber dari investasi pemerintah yang telah dicairkan dari rekening kas umum negara dapat digunakan dan dilakukan penyesuaian untuk pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah," isi Perpres dalam Pasal 38.

Kemudian terkait pengadaan tanah, pembayaran ganti rugi yang telah diajukan kepada Menteri dapat diproses dengan alokasi dana Pengadaan Tanah. Sebagaimana dimaksud terhadap usulan pensertifikatan yang telah diajukan oleh Menteri kepada Kantor Pertanahan setempat tetap diproses pensertipikatannya atas nama Pemerintah.

"Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2016 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2671, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," kutip pasal 40.

1 dari 1 halaman

Siapkan 41 Proyek Strategis Unggulan

proyek strategis unggulan rev1

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyebut ada sekitar 41 proyek unggulan dalam program pemulihan ekonomi Indonesia di 2021. Adapun unggulan atau major project ini berada di sektor pariwisata hingga dukungan infrastruktur.

"Project pemulihan ekonomi ada 41 major project termasuk yang baru dalam hal sistem kesehatan nasional dan ini salah satu contoh major project," kata Suharso di Jakarta, Selasa (12/4).

Dia merincikan dari total sebanyak 41 proyek unggulan terdiri dari pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas dengan nilai Rp3,28 triliun. Kemudian juga ada sembilan kawasan industri di luar Jawa dan 31 smelter senilai Rp628,2 miliar.

Tak hanya itu proyek pemulihan ekonomi nasional juga dimasukan di dalam industri 4.0 di lima sub sektor prioritas senilai Rp1,30 triliun, pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0 senilai Rp4,39 triliun.

Selanjutnya penguatan ketahanan pangan dan infrastruktur nilainya mencapai Rp37,10 triliun. Di mana di dalamnya ada penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Serta dukungan beberapa major project infrastruktur. [azz]

Baca juga:
Pulihkan Ekonomi di 2021, Pemerintah Siapkan 41 Proyek Strategis Unggulan
Virus Corona Buat Target Produksi Proyek Strategis Nasional Sektor Migas Molor
Target Melebihi Tahun 2024, Pemerintah Coret 10 Proyek Strategis Nasional
LMAN Gelontorkan Rp47,9 T Bebaskan Lahan 72 Proyek Strategis Nasional
Airin Minta Pembangunan MRT Tangsel Jadi Proyek Strategis Nasional
Proyek Strategis Nasional Pembangkit 35.000 MW Baru 14 Persen Beroperasi per November

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini