Jokowi Tak Ambil Pusing RI Digugat di WTO Imbas Setop Ekspor Bahan Mentah

Rabu, 24 November 2021 12:39 Reporter : Sulaeman
Jokowi Tak Ambil Pusing RI Digugat di WTO Imbas Setop Ekspor Bahan Mentah Jokowi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak mempermasalahkan atas ancaman sejumlah negara untuk melayangkan gugatan melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ini setelah Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor komoditas tambang mentah.

"Meski kita (Indonesia) memang digugat di WTO tidak masalah," tegasnya dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).

Presiden Jokowi menerangkan, langkah pemerintah Indonesia untuk menyetop ekspor komoditas tambang mentah mempunyai arah yang jelas. Yakni, mendorong hilirisasi industri tambang di dalam negeri.

"Semuanya (industri tambang) diindustrialisasikan, dihilirisasikan, di negara kita," tekannya.

2 dari 2 halaman

Bukan Menghambat Aktivitas Ekonomi

aktivitas ekonomi

Lagi pula, tujuan Pemerintah Indonesia untuk menghentikan ekspor tambang bukan dimaksudkan sebagai upaya untuk menutup diri maupun menghambat aktivitas ekonomi internasional. Presiden Jokowi memastikan, Indonesia tetap terbuka untuk menerima investasi asing.

"Saya sampaikan kemarin waktu di G20 dengan EU (uni eropa). Kita ini tidak ingin mengganggu kegiatan produksi mereka. Kita tidak tertutup, kalau ingin nikel silakan. Tapi datang bawa pabriknya ke Indonesia bawa industrinya, bawa teknologinya ke Indonesia," tekannya.

Melalui cara tersebut, Presiden Jokowi ingin Indonesia kecipratan nilai tambah dari geliat ekspor komoditas tambang. Mengingat, selama ini mayoritas ekspor komoditas tambang berupa bahan mentah yang memiliki harga rendah.

"Jadi, kita ingin agar bahan-bahan mentah dieskpor dalam barang setengah jadi atau barang jadi. Karena yang kita inginkan adalah nilai tambah, added value," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Setop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi Ingin RI Raup Keuntungan Maksimal
Ekspor Naik 119 Persen, DFSK Indonesia Tegaskan Sebagai Hub Produksi Global
Upaya Pemerintah Dongkrak Kinerja Ekspor RI di Tengah Pandemi Covid-19
Kemenperin Bakal Terapkan Substitusi Impor 35 Persen di 2022
Tekan Penggunaan LPG, Negara Mampu Hemat Capai Rp20 T per Tahun
Berjuang di WTO, Wamendag Tegaskan Nikel Komoditas Strategis Indonesia
Temui Bos Pertamina dan PLN, Jokowi Sentil Impor Minyak yang Terlalu Besar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini