Jokowi setengah hati hapus BLT, Tim Transisi gali data penerima

Rabu, 24 September 2014 18:50 Reporter : Ardyan Mohamad
Jokowi setengah hati hapus BLT, Tim Transisi gali data penerima Pembagian BLT. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Transisi Presiden Terpilih Joko Widodo menilai sistem Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menyebabkan dampak sosial negatif. Tetapi, tim Jokowi menilai skema itu tetap dibutuhkan buat memberi sokongan pada masyarakat miskin saat inflasi melonjak.

Anggota Kelompok Kerja APBN Tim Transisi Arif Budimanta menyatakan, kajian yang mereka kumpulkan menunjukkan bahwa BLT kerap menimbulkan kecemburuan sosial. Bahkan, muncul penyunatan dana yang seharusnya diterima masyarakat miskin itu supaya tidak terjadi keresahan.

"Model cash transfer itu seringkali menjadi sharing the pain, karena dibagi. Ada yang merasa tidak mampu minta menerima juga. Akhirnya dibagi dua pertiganya," ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (24/9).

Dari simulasi dikumpulkan Tim Transisi, model BLT dengan segala kekurangannya tidak bisa dihapus begitu saja. Kemiskinan sudah pasti bertambah, bila tidak ada bantuan kepada masyarakat rentan untuk memperkuat daya belinya.

Bantuan dana kepada masyarakat paling miskin akan diberikan selama beberapa bulan. Pemberian tersebut dibarengi program-program pembangunan infrastruktur dan kebijakan penunjang lainnya. [arr] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini