Jokowi Sebut Penguatan Rupiah Bikin Eksportir Terancam, Ini Tanggapan BI

Rabu, 22 Januari 2020 13:47 Reporter : Anggun P. Situmorang
Jokowi Sebut Penguatan Rupiah Bikin Eksportir Terancam, Ini Tanggapan BI idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih sesuai dengan nilai fundamental. Ini menanggapi pernyataan Presiden Jokowi terkait Rupiah yang terlalu menguat sehingga membuat eksportir terancam.

"Penguatan Rupiah masih sejalan dengan fundamental, mekanisme pasar," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (22/1).

Dia mengatakan, secara rutin pihaknya memang melaporkan perkembangan nilai tukar kepada Presiden Jokowi. Dampak dari penguatan tersebut juga disampaikan secara rinci seperti neraca pembayaran yang surplus.

"Saya laporkan waktu itu penguatan Rupiah masih sejalan dengan fundamental. Pertumbuhan meningkat dan juga kemudian neraca pembayaran surplus. Aliran modal asing masuk makanya sejalan dengan mekanisme pasar," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Dampak Penguatan Rupiah ke Investasi

Dia menambahkan, dampak penguatan nilai tukar mata uang Garuda berbeda dengan mata uang asing. Penguatan nilai tukar tersebut utamanya langsung berdampak pada investasi dalam negeri.

"Penguatan nilai tukar di Indonesia itu memang bisa mendorong investasi dalam negeri karena banyak industri kandungan impor tinggi termasuk juga mendorong ekspor khususnya manufaktur," jelasnya.

"Kalau manufaktur itu ekspornya juga terkendala impor tinggi. Sekarang terlihat ekspor manufaktur meningkat. Memang iya kalau ekspor komoditas melemah karena pengaruhnya lebih ke hasil Rupiah dari ekspor lebih tinggi. Tapi ekspor komoditas tidak terlalu sensitif terhadap pelemahan Rupiah, lebih ke harga komoditas dan permintaan luar negeri," sambungnya. [azz]

Baca juga:
Kemenkeu Soal Krisis Moneter 98: Tahun itu, Indonesia Sangat Mengerikan
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp13.634 per USD
Presiden Jokowi: Kalau Rupiah Menguat Terlalu Cepat, Kita Harus Hati-Hati
Luhut Harap Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat
Sri Mulyani: Penguatan Nilai Tukar Rupiah Belum Berdampak Pada APBN
Rupiah Terus Menguat Sentuh Rp13.675 per USD, Ini Kata BI

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini