Jokowi: Saya Dapat Laporan 2.188 BUMDes Tak Beroperasi dan 1.670 Tak Beri Kontribusi

Rabu, 11 Desember 2019 15:05 Reporter : Merdeka
Jokowi: Saya Dapat Laporan 2.188 BUMDes Tak Beroperasi dan 1.670 Tak Beri Kontribusi Jokowi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku mendapat laporan bahwa terdapat 2.188 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tidak beroperasi. Sementara itu, ribuan lainnya tidak bekerja optimal.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai dana desa di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (11/12). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas meminta BUMDes direvitalisasi sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

"Saya mendapatkan laporan bahwa 2.188 BUMDes tidak beroperasi dan 1.670 BUMDes yang beroperasi, tapi belum memberikan kontribusi pada pendapatan desa," ujar Jokowi.

Dia juga meminta agar skala usaha BUMDes ditingkatkan dengan mulai melakukan kemitraan dengan sektor-sektor swasta besar. Dengan begitu, barang-barang produksi hasil dana desa bisa dipasarkan hingga ke nasional.

"Dan mulai dibuka channel distribusi, sehingga produk unggulan di desa bisa masuk ke marketplace, baik marketplace nasional maupun global marketplace," jelas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Pemanfaatan Dana Desa

Mantan Walikota Solo itu ingin pemanfaatan dana desa di Januari 2020 diprioritaskan untuk program-program padat karya yang dapat memberikan kesempatan kerja bagi warga desa yang menganggur.

"Utamakan program yang padat karya, dan berikan kesempatan kerja bagi mereka yang miskin, yang menganggur di desa dengan model cash for work," ucap Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar penggunaan dana desa mulai diarahkan untuk menggerakkan sektor-sektor produktif. Mulai dari, pengolahan pascapanen, industri-industri kecil yang ada di desa, budidaya perikanan, desa wisata, dan industrialisasi pedesaan.

Menurut dia, penggerakkan sektor-sektor merupakan bagian dari penciptaan lapangan kerja secara besar-besaran. Adapun dana desa yang akan dialokasikan APBN 2020 sebesar Rp72 triliun, naik Rp2 triliun dari anggaran tahun sebelumnya yang hanya Rp70 triliun.

"Dengan jumlah yang makin meningkat, saya ingatkan agar penyalurannya betul-betul efektif dan memiliki dampak yang signifikan kepada desa, terutama dalam percepatan pengembangan ekonomi produktif, menggerakkan industri perdesaan serta mengurangi angka kemiskinan di desa," tutur dia. [idr]

Baca juga:
Gelapkan Dana Desa, Mantan Kades di Bekasi Dijebloskan ke Penjara
Kunjungan ke Bogor, Mendes Abdul Halim Cek Penggunaan Dana Desa
Tak Bayar Pajak Dana Desa, 15 Rekening Desa di Garut Diblokir
Korupsi Dana Desa Rp1,1 Miliar, Kades di Kulonprogo Ditahan
Perubahan Nama Desa di Yogyakarta Tidak Pengaruhi Program Dana Desa
Bupati: Banyak Kepala Desa di Garut Tak Bayar Pajak saat Dana Desa Turun

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini