Jokowi saat resmikan 16 terminal BBM satu harga: Awal program, banyak yang meragukan

Jumat, 29 Desember 2017 11:42 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Jokowi saat resmikan 16 terminal BBM satu harga: Awal program, banyak yang meragukan Jokowi bagi sertifikat kompetensi. ©2017 merdeka.com/titin supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meresmikan 16 terminal bahan bakar minyak (TBBM) di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai salah satu wujud Program BBM Satu Harga. Presiden mengingatkan BBM menjadi kebutuhan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia.

"Pertama kali Program BBM Satu Harga diumumkan banyak yang meragukan bahwa program ini akan berjalan, tidak yakin program ini bisa berjalan, karena memang terlalu sulit, juga terlalu mahal biayanya," kata Presiden Joko Widodo, seperti dikutip dari Antara di TBBM Pontianak Jalan Khatulistiwa, Siantan, Kalimantan Barat, Jumat (29/12).

Presiden mengakui karena perbedaan kontur wilayah dan luasnya area negara Indoensia maka harga BBM di satu daerah dengan daerah lain bisa berbeda jauh. "Oleh sebab itu setelah 'BBM Satu Harga' berjalan di beberapa provinsi, sekarang bisa lihat di lapangan. Memang ada 1-2 tidak baik, ini kita perbaiki karena hal ini merupakan pekerjaan sangat besar di negara yang sangat besar," jelas Presiden.

Kesulitan untuk mencapai target BBM Satu Harga itu terutama karena medan berat di berbagai wilayah seperti di kabupaten Puncak, Yahukimo, Tolikara dan berbagai kabupaten lain di Papua. Selanjutnya ada juga tempat-tempat yang tersebar di berbagai pulau seperti di Seram, Wakatobi, Siberut Tengah, Mentawai yang berada di Sulawesi, Maluku hingga Sumatera.

"Tapi hal ini tetap harus kita teruskan," tegas Presiden Jokowi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan bahwa, pada 2017, sudah ada 57 titik TBBM yang berada di 57 kecamatan dibangun. Dari jumlah tersebut, 54 TBBM dikerjakan Pertamina sedangkan tiga oleh swasta.

Total sampai November 2017, premium yang sudah disalurkan ada 11 juta liter dan solar kira-kira 6.000 kiloliter dari perkiraan maksimal penyaluran 20.000 kiloliter.

"Jadi kami mohon waktu tiga tahun karena lokasi-lokasinya memang tidak mudah untuk bisa menambah 151 titik, artinya 151 kecamatan lagi sehingga total distribusi dalam satu tahun adalah 60.000 kiloliter atau 60 juta liter," kata Menteri Jonan.

Untuk menyalurkan BBM sebanyak itu, Menteri Jonan menghitung harga distribusi yang dibutuhkan baik menggunakan pesawat, kapal maupun truk tangki biayanya membutuhkan Rp 800 miliar.

Presiden secara simbolis juga memecahkan kendi ke mobil tangki Pertamina yang akan menyalurkan BBM ke berbagai daerah.

Selain Presiden Jokowi, hadir juga Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis serta sejumlah pejabat lainnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini