Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Capai 5,44 Persen

Senin, 3 Oktober 2022 10:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Capai 5,44 Persen Presiden Joko Widodo. ©Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2022 bisa tumbuh di atas 5,44 persen. Kepala negara mengajak semua pihak kompak agar pertumbuhan ekonomi terus membaik.

"Masih bisa tumbuh 5,44 persen, saya masih meyakini di Q3 kita masih bisa tumbuh di atas angka tadi. Kuncinya kita semua harus kompak, kita semua harus bersinergi, kita semua harus memiliki perasaan yang sama karena yang kita miliki tantangan yang tidak mudah, kompak," kata Jokowi di Gedung Smesco, Jakarta, Senin (3/10).

Menurutnya, kolaborasi penting dilakukan guna menyelesaikan persoalan secara konkret. Dari pihak yang besar hingga kecil bergabung untuk menjadi kekuatan besar.

"Perlu yang namanya Indonesia incoporated, yang besar, menengah bekerja sama berkolaborasi bersama menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan secara konkrit dan nyata. Yang gede, yang menengah, yang kecil kalau sudah bergandengan saya lihat tadi beberapa contoh yang sudah ditunjukkan akan menjadi kekuatan besar," tuturnya.

Jokowi mencontohkan ketika Indonesia menangani pandemi Covid-19. Dari kota hingga desa menghadapi itu secara bekerja sama.

"Jakarta, kabupaten, kota sampai ke desa semua kita memang harus bekerja sama seperti saat kita menyelesaikan pandemi, semuanya saya lihat bekerja sama, pemerintah, swasta dari pusat sampai desa semua kerja sama dan alhamdulilah kita selesaikan ini juga sama harus kompak betul," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Wahyu Agung Nugroho optimis, ekonomi Indonesia mampu tumbuh mencapai 5,5 persen di kuartal III-2022. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 sampai 5,3 persen.

"Kami yakin, ekonomi Indonesia triwulan III (2022) masih akan lebih baik dari pada triwulan II," kata Wahyu dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi di kawasan Ubud Bali, Sabtu (1/10).

Dia menyampaikan, optimisme tersebut didasari atas kondisi fundamental ekonomi nasional yang kuat. Hal ini tercermin dari Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terus membaik sejalan dengan kinerja ekspor yang kuat.

Kinerja transaksi berjalan triwulan III-2022 diperkirakan tetap kuat ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor seiring dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra dagang utama, dukungan kebijakan Pemerintah untuk mendorong ekspor, dan masih tingginya harga komoditas global.

Selain itu, berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik tersebut tercermin pada perkembangan beberapa indikator dini pada Agustus 2022 dari hasil survei Bank Indonesia, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang terus membaik. [azz]

Baca juga:
Tembus Rp6.127 Triliun, Utang Luar Negeri RI Disebut Masih Aman
Resesi Ekonomi Bisa Bermula dari Kawasan Eropa
Ancaman Resesi Bisa Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi RI
BI Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di Kuartal III-2022, Ini Faktor Pemicunya
INFOGRAFIS: Was-Was Resesi Ekonomi 2023
Terungkap, Ini Strategi Pemerintah agar Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini